Revolusi Hijau Dunia Gen-Z:Menginspirasi pertanian Yang Cerah di Masa Depan

Para petani Kelurahan Tani Aman Kec.Loajanan Ilir Saat menanam padi yang pertama bantuan bibit dari Baznas Kaltim.

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS – Perubahan zaman membawa tantangan baru bagi dunia pertanian, terutama di kalangan Generasi-Z. Minat yang semakin menurun terhadap pertanian bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga dapat mengancam kedaulatan pangan. Namun, di tengah tantangan ini, terdapat peluang besar untuk merevolusi dunia pertanian menuju masa depan yang lebih cerah.

Achmad Roziq Maulana, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, yang orang tuanya berprofesi sebagai petani di Kabupaten Kutai Kartanegara, mengungkapkan bahwa salah satu alasan Generasi-Z menarik diri dari pertanian adalah karena beranggapan menjadi seorang petani tidak memiliki masa depan yang cerah dan jauh dari kesuksesan.

“Jika dibina dengan baik, Generasi Z memiliki potensi besar untuk membawa perubahan positif dalam pertanian. Dengan semangat, inovasi, dan kolaborasi, mereka bisa menciptakan revolusi hijau yang memberi kemajuan di sektor pertanian,” ucapnya pada Kamis, 14 Maret 2024.

Baca Juga  Penertiban Lapak PKL di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang
Ahmad Roziq Maulana Mahasiswa UINSI Samarinda

Achmad Roziq Maulana berharap adanya pendampingan dan dukungan dari Pemerintah ketika akan memulai usaha tani.

“Saya berharap Generasi-Z dapat mendapatkan dukungan yang memadai dari Pemerintah saat memulai usaha pertanian, baik dalam bentuk materi maupun non-materi, sehingga kedepannya kami dapat berkontribusi secara positif dalam mencapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Jurnalis Nusantara News bersama Unsur Pimpinan BAZNAS Kaltim dan Para Petani Kelurahan Tani Aman bersama-sama melakukan tanam padi.

Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa waktu lalu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kaltim melalui program Zakat Community Development (ZCD) telah menyalurkan 600 kilogram bibit padi kepada kelompok tani di Kelurahan Tani Aman Kecamatan Loajanan Ilir Samarinda Seberang.

“Melalui program ZCD, bantuan bibit ini diharapkan dapat membantu petani Kelurahan Tani Aman. Langkah ini sebagai dukungan BAZNAS yang bersinergi dengan Pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur,” ungkap Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan.

Baca Juga  BAZNAS Samarinda Berikan Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan & Serahkan bantuan Rehab Rumah Tidak Layak Huni Senilai 560 JT
Foto Unsur Pimpinan BAZNAS Kaltim.

Wakil Ketua 1 BAZNAS, Miswan Thahadi, turut menyampaikan pentingnya menghidupkan kembali semangat pertanian di tengah Generasi-Z guna menumbuhkan rasa cinta terhadap pertanian.

“Ketika dunia pertanian tidak disukai anak muda, berarti itu lampu kuning untuk masa depan. Alasan tidak disukainya pertanian karena dianggap kurang menjanjikan dari sisi ekonomi, padahal kebutuhan dasar semuanya berasal dari pertanian. Kondisi ini sudah melampaui beberapa generasi, dan itu menjadi masalah,” paparnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa ketika generasi sekarang tidak mencintai dunia pertanian, maka akan semakin tergantung pada impor, yang pada akhirnya akan membuat kita kehilangan kedaulatan pangan. Upaya untuk mengembalikan minat Generasi-Z ke pertanian memerlukan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan dan gizi bagi masa depan bangsa.

Baca Juga  Camat Sungai Kunjang Hadiri Milad Ke- 2 Rumah Tahfidz Alamul Muhibbin

“Langkah yang harus diambil pemerintah adalah meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pertanian, serta memastikan nilai jual hasil pertanian tinggi dengan mengurangi impor,” tegasnya.

Selain itu, kreativitas petani diperlukan, ahli dalam memanfaatkan teknologi, seperti melalui platform aplikasi, sehingga memotong mata rantai perdagangan, memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen.

Dengan demikian, semangat dan upaya untuk menginspirasi Generasi-Z untuk terlibat dalam pertanian akan menjadi kunci dalam menciptakan masa depan pertanian yang cerah dan berkelanjutan.

“Revolusi hijau bukan hanya tentang meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga tentang memperbaiki sistem secara menyeluruh untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat,” pungkasnya.

Penulis:Nunung Dwi Astutik