SAMARINDA, nusantaranews.info – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GEPAK) yang digelar di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) GOR Sempaja, Kalimantan Timur, Sabtu (24/10/2026).
Memasuki usia seperempat abad, perayaan GEPAK menjadi ajang mempererat persaudaraan antarpengurus dan anggota dari berbagai wilayah di Kalimantan. Pengurus GEPAK dari lima provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, turut hadir memeriahkan peringatan tersebut.
Nuansa kebudayaan daerah juga menjadi bagian dari perayaan. Tarian tradisional dan penggunaan pakaian adat mewarnai kegiatan, sekaligus mencerminkan upaya organisasi untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya Kalimantan.
Momentum ini tidak sekadar menjadi perayaan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga menegaskan komitmen GEPAK untuk memperluas persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan mengambil peran dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) GEPAK, Abraham Ingan, S.H., mengatakan, selama 25 tahun perjalanan organisasi, GEPAK telah melewati berbagai dinamika dan suka duka. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Memasuki usia ke-25, Abraham menyampaikan gagasan untuk memperluas makna GEPAK menjadi Gerakan Pemuda Asal Kalimantan. Menurutnya, organisasi harus mampu merangkul masyarakat yang lahir, berasal, maupun berdomisili di Kalimantan tanpa membedakan suku dan agama.
“Jadi, tidak ada lagi menyebut satu suku di antara kita, apalagi agama. Kita jadikan GEPAK ke depan sebagai Gerakan Pemuda Asal Kalimantan, baik nasional maupun internasional,” jelasnya.
Ia berharap, perluasan tersebut dapat memperkuat kebersamaan masyarakat Kalimantan, termasuk warga yang berkiprah di tingkat nasional maupun internasional, agar turut berkontribusi bagi kemajuan daerah.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM, terutama melalui pendidikan, seiring pembangunan IKN di Kalimantan Timur. Menurutnya, kehadiran IKN harus menjadi kesempatan bagi masyarakat Kalimantan untuk meningkatkan kemampuan dan mengambil bagian dalam pembangunan.
“Kita berharap peningkatan SDM, terutama di bidang pendidikan. Ibu kota Indonesia harus didukung SDM yang berkualitas,” katanya.
Selain mendorong peningkatan SDM, GEPAK berkomitmen menjalankan organisasi sesuai peraturan perundang-undangan, dengan tetap menjunjung tinggi hukum positif, hukum adat, etika, dan budaya.
Abraham Ingan juga mengungkapkan, jumlah anggota GEPAK di Kalimantan Timur, baik aktif maupun pasif, mencapai sekitar 12 ribu orang. Jumlah tersebut belum termasuk anggota dari empat provinsi lainnya di Kalimantan.

Pemprov Kaltim Apresiasi Peran GEPAK
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang merangkap Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kaltim, Arih Franata Filifus Sembiring, hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur.
Sembiring menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan GEPAK selama 25 tahun. Ia berharap organisasi tersebut terus berkarya dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebagai pembina organisasi kemasyarakatan, Kesbangpol Kaltim mengapresiasi keterlibatan GEPAK dalam menjaga kondusivitas, stabilitas keamanan, dan ketertiban di Kalimantan Timur.
“Kami, Plt. Kesbangpol, tentu selaku pembina organisasi masyarakat, pertama berterima kasih karena selama ini GEPAK sudah ikut serta menjaga kondusivitas dan stabilitas keamanan dan ketertiban di Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Ia menilai pembangunan IKN menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, GEPAK diharapkan turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung pembangunan di Kalimantan Timur.
“Kami berharap masyarakat Kalimantan Timur, terutama teman-teman GEPAK, untuk mengambil peran membangun, ikut menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban Kaltim sehingga Ibu Kota Nusantara yang sudah ditetapkan dan dibangun ini nanti kita bisa menjadi garda menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Pihaknya menegaskan, upaya menciptakan daerah yang aman dan kondusif membutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, aparat keamanan juga tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat, terutama organisasi masyarakat, harus memberikan kontribusinya dengan kerja sama ikut menciptakan ketertiban, keamanan, dan kondusivitas di Kaltim,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-25 ini diharapkan menjadi titik penguatan bagi GEPAK untuk terus mempererat persaudaraan lintas wilayah, melestarikan budaya daerah, meningkatkan kualitas SDM, serta berkontribusi menjaga kondusivitas Kalimantan Timur di tengah pembangunan IKN.













