SAMARINDA, nusantaranews.info– Di musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, Kecamatan Samarinda Utara memperketat sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diimbau tidak melakukan pembakaran, baik untuk membuka atau membersihkan lahan maupun membakar sampah.
Camat Samarinda Utara Muhamad Joni S.E mengatakan, pihak kecamatan bersama kelurahan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai media, mulai dari spanduk, banner hingga brosur.
Selain itu, tim dari kecamatan juga turun langsung ke lapangan. Bersama Satpol PP kecamatan dan Kasi Pemerintahan, petugas melakukan sosialisasi menggunakan pengeras suara kepada warga sekaligus membagikan brosur dan masker.
“Kami sudah berusaha memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga di wilayah Kecamatan Samarinda Utara, melalui spanduk, banner maupun brosur,” kata Muhamad Joni saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Kecamatan Samarinda Utara, Jalan Poros Lempake Nomor 98, RT 13, Kelurahan Lempake, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, sebagian masyarakat masih memanfaatkan kondisi lahan yang kering untuk membersihkan area perkebunan dengan cara dibakar. Namun, cara tersebut dinilai sangat berisiko dilakukan saat kondisi cuaca panas dan kering seperti sekarang.
“Pada kondisi seperti ini memang ada masyarakat yang memanfaatkan untuk membersihkan lahannya. Tapi momennya tidak tepat karena panas ekstrem dan lahan sudah sangat kering. Ini sangat membahayakan,” ujarnya.
Karena itu, pihak kecamatan tidak menganjurkan masyarakat melakukan pembakaran lahan. Sebab, api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan pribadi dapat dengan mudah merembet dan berdampak terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
Tak hanya pembakaran lahan, pembakaran sampah juga menjadi perhatian. Saat melakukan patroli, petugas Kecamatan Samarinda Utara akan memberikan teguran apabila menemukan warga yang membakar sampah.
“Kalau tim kami berpatroli kemudian menemukan hal seperti itu, selalu kami berikan teguran dan berusaha membantu memadamkan. Kami sampaikan bahwa kondisi saat ini tidak baik untuk melakukan pembakaran,” jelasnya.
Muhamad Joni menambahkan, sosialisasi pencegahan karhutla dilakukan bersama berbagai pihak, termasuk kelompok tani, TNI, Polri dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Edukasi dilakukan secara langsung maupun melalui kegiatan patroli.
Terlebih, kondisi kemarau saat ini sudah berlangsung sekitar empat bulan tanpa hujan. Kondisi tersebut membuat lahan menjadi semakin kering dan mudah terbakar.
“Kami sangat mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran, baik sampah maupun ladang. Kita lihat sendiri di mana-mana terjadi musibah kebakaran. Itu menjadi pengalaman dan acuan kami untuk terus melakukan sosialisasi,” pungkasnya.













