SAMARINDA.nusantaranews.info. Memasuki musim kemarau, kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di Kota Samarinda dinilai perlu ditingkatkan. Pemerintah dan masyarakat diminta tidak lengah terhadap ancaman kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama di kawasan permukiman padat.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Maswedi, S.H., mengatakan perubahan musim membawa risiko bencana yang berbeda sehingga membutuhkan langkah antisipasi sesuai dengan kondisi di lapangan.
Menurutnya, pembahasan mengenai mitigasi bencana selama ini lebih banyak berfokus pada banjir dan longsor yang identik dengan musim penghujan. Sementara memasuki musim kemarau, ancaman kebakaran perlu menjadi perhatian bersama.
“Kalau kondisi saat ini memasuki kemarau, tentu ada bencana yang harus diantisipasi seperti kebakaran dan lain-lain,” kata Maswedi pada, Selasa,18/08/2026.
Ia menilai pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi. Pemetaan tersebut penting agar upaya pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Peralatan pemadam perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan, sementara koordinasi antarlembaga harus terus diperkuat untuk mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.
Maswedi menyoroti kawasan permukiman padat sebagai salah satu wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Kepadatan bangunan serta akses jalan yang terbatas dapat menjadi kendala dalam proses pemadaman apabila kebakaran terjadi.
“Penanganan bencana itu membutuhkan dukungan fasilitas yang memadai. Bukan hanya kendaraan dan peralatan, tetapi juga sistem komunikasi serta koordinasi antarinstansi,” jelasnya.
Di sisi lain, Maswedi menekankan bahwa pencegahan kebakaran tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko kebakaran, khususnya selama musim kemarau.
Masyarakat diimbau lebih berhati-hati terhadap berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api. Sumber api maupun benda yang mudah terbakar harus dipastikan tidak berada dalam kondisi yang dapat membahayakan lingkungan sekitar.
Politikus Partai NasDem tersebut juga mendorong Samarinda untuk belajar dari daerah lain yang telah memiliki sistem penanggulangan bencana yang lebih baik.
Menurutnya, pengalaman kota besar dapat menjadi referensi bagi Samarinda dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan dan penanganan kebakaran.
“Kita perlu mengkondisikan bagaimana penanganan-penanganan di kota besar seperti Surabaya. Ini bisa menjadi bahan untuk melihat apa yang perlu kita perkuat di Samarinda,” katanya.
Ia berharap langkah mitigasi dilakukan sebelum bencana terjadi. Evaluasi terhadap kesiapan peralatan, personel, sistem komunikasi, serta koordinasi antarlembaga dinilai perlu dilakukan secara berkala.
Ia menegaskan, upaya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan hanya melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi. Dengan kesiapan pemerintah serta kepedulian masyarakat, potensi kebakaran selama musim kemarau diharapkan dapat ditekan.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan antisipasi sejak awal. Jangan sampai menunggu terjadi kebakaran baru kemudian melakukan evaluasi,” pungkasnya.













