Kaltim  

Hari Sumpah Pemuda 2026, Pendidikan Jadi Kunci Penguatan Karakter Generasi Muda

Dr. Sri Mulyati, S.Pd., M.Pd.

SAMARINDA, nusantaranews.info – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan memiliki semangat kebangsaan.

Ketua Tim Pengembang Kurikulum dan Asesmen Kota Samarinda (Tim PUSAKA), Dr Sri Mulyati, S.Pd., M.Pd menilai nilai-nilai Sumpah Pemuda perlu terus ditanamkan dalam lingkungan pendidikan. Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar mengenang sejarah persatuan bangsa, melainkan juga menjadi pengingat pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman.

“Memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2026 ini adalah peringatan Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang sejarah persatuan bangsa, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pendidikan dalam membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa kebangsaan,” ujar Sri Mulyati.

Baca Juga  Idul Adha 1446 H di Lapas Samarinda: Penuh Semangat Humanis dan Berbagi

Sri Mulyati yang juga menjabat sebagai Kepala SDN 007 Samarinda Ulu serta aktif sebagai penggerak literasi itu mengatakan, perkembangan teknologi dan tantangan global menuntut dunia pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademis, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

Ia menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang yang menyatukan keberagaman, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membiasakan siswa untuk menghargai perbedaan.

“Di tengah perkembangan teknologi dan tantangan global, dunia pendidikan tentunya harus menjadi ruang yang menyatukan keberagaman, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membangun karakter peserta didik agar cerdas dalam berpikir, santun dalam bersikap, dan bertanggung jawab dalam bertindak. Semangat Sumpah Pemuda harus hidup di ruang-ruang kelas, dalam keteladanan guru, dan dalam budaya sekolah yang menghargai perbedaan,” jelasnya.

Baca Juga  Heryono Layangkan Somasi Terakhir dalam Sengketa Lahan PM Noor

Menurut Sri Mulyati, penanaman nilai persatuan perlu dilakukan secara konsisten melalui proses pembelajaran, keteladanan guru, dan kebiasaan positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya menjadi bagian dari peringatan seremonial, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Ia menambahkan, pembangunan bangsa yang kuat harus berjalan seiring dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dan menanamkan kesadaran akan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

Baca Juga  Perusahaan Nikel Di Pendingin Diresmikan, Seno Aji : Pastikan Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal 60 Persen

“Sebab membangun Indonesia yang kuat tidak cukup hanya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga dengan menanamkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan dan persatuan adalah fondasi kemajuan. Terima kasih, semangat untuk Indonesia. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” pungkasnya.

Penulis: ManEditor: nng