SAMARINDA.nusantaranews.info – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, S.Pd., memastikan tidak ada rencana pengurangan maupun penghapusan insentif guru di Kota Samarinda meski pembayaran sempat mengalami keterlambatan.
Ismail Latisi, S.Pd., meminta para guru tetap tenang karena DPRD telah meminta penjelasan kepada pemerintah terkait persoalan tersebut.
“Tidak ada wacana pengurangan. Tidak ada juga wacana penghilangan insentif guru,” jelasnya pada Senin,14/09/2026.
Ia mengatakan, DPRD telah berulang kali berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan mengenai keterlambatan pembayaran insentif yang menjadi perhatian para tenaga pendidik.
Menurutnya hasil koordinasi tersebut menunjukkan pemerintah tetap berkomitmen memenuhi hak guru.
“Kalaupun masih tersendat, insyaallah akan dibayarkan seluruhnya. Jadi guru-guru tidak perlu khawatir karena komitmennya tetap ada,” ujarnya.
Pihaknyanmemahami keterlambatan pembayaran dapat menimbulkan keresahan karena insentif menjadi bagian dari pendapatan yang digunakan guru untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, DPRD berharap pembayaran insentif dapat dilakukan tepat waktu agar tidak mengganggu kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kita berharap persoalan ini segera selesai karena menyangkut kesejahteraan guru dan keluarganya,” katanya.
Ia juga mengajak para guru bersabar sembari menunggu proses penyelesaian pembayaran yang sedang dilakukan pemerintah.
“Yang penting komitmennya jelas, tidak ada pengurangan dan tidak ada penghapusan insentif guru,” tuturnya.
Ismail Latisi, S.Pd., menegaskan DPRD akan terus mengawal persoalan tersebut hingga seluruh hak guru benar-benar diterima.













