PORDI Kaltim Hadirkan Regulasi Resmi, Permainan Domino Naik Kelas Jadi Olahraga Prestasi

640 Peserta Ramaikan Turnamen Domino HUT ke-80 RI di Samarinda

ket. foto: Ketua Umum PORDI Kaltim Andi Fathul Khair bersama Sekretaris PORDI Kaltim Zahir menghadiri pembukaan Turnamen Domino HUT ke-80 RI di Samarinda.

SAMARINDA, nusantaranews.info– Sebanyak 640 peserta dari berbagai daerah mengikuti Turnamen Domino 2025 yang digelar di Sport Center, Samarinda, Sabtu (30/8). Kegiatan ini merupakan kerja sama Korem 091/ASN dengan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kaltim dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI.

Ketua Umum PORDI Kaltim, Andi Fathul Khair, menegaskan bahwa turnamen kali ini berbeda dengan permainan domino yang biasa dimainkan masyarakat di kampung. Sejak dilembagakan melalui PORDI, domino telah memiliki regulasi resmi yang mengatur pola pertandingan, sistem skor, hingga sanksi.

“Kalau di kampung itu kan sederhana, tapi sekarang sudah ada aturan baku. Misalnya ada istilah ceki dengan nilai berbeda, aturan skor hingga tujuh poin, sampai sanksi seperti denda bila salah turun atau kartu jatuh,” jelas Andi.

Baca Juga  Seno Aji Tanggapi 4 Hal Penting Jawaban Pemprov Kaltim Dalam Rapat Paripurna Ke - 33

Ia menyebutkan, sistem skor tujuh dipilih agar pertandingan bisa diselesaikan dalam satu hari mengingat jumlah peserta yang mencapai 320 pasang. Namun, tidak menutup kemungkinan ke depan PORDI menambah skor kemenangan menjadi sembilan atau sebelas agar durasi permainan lebih panjang.

Selain itu, PORDI juga telah menyiapkan kategori kompetisi beragam, mulai dari beregu, mandiri, hingga rencana untuk campuran dan usia.

Baca Juga  Pembagian Rapor SD Muhammadiyah 1 Sebulu, Pendidikan Akhlak dan Karakter Jadi Prioritas

“Domino ini sudah sangat berkembang. Bahkan ke depan ada kategori pemula, profesional, remaja, hingga dewasa,” tambahnya.

Menurut Andi, permainan domino juga memiliki faktor unik karena tidak ada “juara sejati”. Selain kemampuan membaca kartu dan strategi bersama pasangan, keberuntungan tetap menjadi penentu.

“Kalau kartunya bagus tapi partner tidak bisa membaca situasi, ya bisa kalah. Jadi faktor kartu itu sampai 60 persen memengaruhi hasil,” ujarnya.

Dengan regulasi resmi ini, PORDI Kaltim optimistis domino akan semakin diterima sebagai olahraga prestasi sekaligus hiburan rakyat yang memupuk sportivitas. Turnamen tahun ini juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp85 juta bagi para pemenang.