Dukungan Muhammad Khalik Saputra Bangkitkan Semangat Nunung Menyelesaikan S2 Setelah Kepergian Sang Ayah

Nunung Dwi Astutik usai ujian Munaqosyah bersama sahabatnya Khalik Saputra di Kampus 1 Uinsi Samarinda pada Senin,08/06/2026.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Keberhasilan Nunung Dwi Astutik menyelesaikan ujian munaqasyah Program Magister Sosial pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Senin (08/06/2026), tidak lepas dari dukungan berbagai pihak yang selama ini mendampinginya.

Salah satu sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan akademiknya adalah Muhammad Khalik Saputra, sahabat sekaligus rekan seperjuangan angkatan 2023 yang selalu hadir memberikan motivasi dan dukungan.

Bagi Nunung, perjalanan menyelesaikan pendidikan magister bukanlah proses yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari tugas perkuliahan, penelitian, hingga penyusunan tesis yang menjadi syarat akhir untuk memperoleh gelar Magister Sosial (M.Sos).

Di balik perjuangan tersebut, tersimpan kisah yang cukup mengharukan. Nunung mengungkapkan bahwa sejak awal dirinya menempuh pendidikan S2 dengan satu tujuan sederhana, yakni ingin mengikuti wisuda dan mempersembahkan gelar tersebut sebagai hadiah bagi kedua orang tuanya, terutama sang ayah yang selalu memberikan dukungan terhadap pendidikannya.

Namun harapan itu tidak berjalan sesuai rencana. Sekitar satu tahun lalu, sebelum cita-cita tersebut terwujud, ayah yang sangat dicintainya meninggal dunia. Kepergian sang ayah menjadi pukulan berat yang sempat membuat dirinya kehilangan semangat untuk melanjutkan kuliah.

“Saya sebenarnya sempat tidak ingin melanjutkan kuliah. Karena tujuan utama saya masuk S2 adalah ingin diwisuda dan memberikan kebanggaan kepada orang tua saya, terutama ayah. Tetapi sebelum itu terwujud, ayah saya meninggal dunia,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, Muhammad Khalik Saputra menjadi salah satu sosok yang terus memberikan semangat dan dorongan moral. Khalik meyakinkan Nunung agar tidak menyerah dan tetap menyelesaikan pendidikan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun.

Baca Juga  Warga Samarinda Seberang Tumpah Ruah ke Jalanan Ikuti Jalan Sehat Bersama Energi Baru Samarinda

“Ketika saya merasa kehilangan semangat, Khalik selalu memberikan motivasi. Dia mengatakan bahwa saya harus menyelesaikan apa yang sudah saya mulai dan ayah saya pasti akan bangga melihat keberhasilan ini dari alam sana. Kata-kata itu yang terus saya ingat hingga akhirnya saya mampu bertahan dan menyelesaikan studi,” terangnya.

Menurut Nunung, Khalik bukan hanya sahabat yang memberikan dukungan secara emosional, tetapi juga banyak membantu dalam proses akademik. Sejak awal perkuliahan hingga menjelang akhir studi, Khalik selalu bersedia membantu ketika dirinya mengalami kesulitan memahami materi maupun menyelesaikan tugas-tugas kuliah.

“Saya sangat berterima kasih kepada Muhammad Khalik Saputra. Sejak awal kuliah hingga akhir studi, dia selalu memberikan semangat dan dukungan kepada saya. Saat saya mengalami kesulitan, dia selalu siap membantu,” katanya.

Nunung menilai Khalik sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi, tidak hanya kepada dirinya, tetapi juga kepada mahasiswa lain yang membutuhkan bantuan dan pendampingan dalam proses belajar.

“Khalik memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Dia bukan hanya membantu saya, tetapi juga banyak membantu teman-teman yang lain. Karena itu dia sangat disukai,” ujarnya.

Selain dikenal sebagai pribadi yang peduli, Nunung juga menilai Khalik sebagai sosok yang cerdas dan memiliki kemampuan akademik yang baik. Selama menjalani pendidikan magister, Khalik dikenal aktif berdiskusi serta memiliki pemahaman yang luas terhadap berbagai materi perkuliahan.

Baca Juga  Dua Peta Situasi Manual dan Komputer Jadi Polemik, Kuasa Hukum Heryono Admaja Klarifikasi ke ATR/BPN Samarinda

“Menurut saya, Khalik adalah salah satu mahasiswa yang cerdas. Dia memiliki pemahaman yang baik terhadap materi perkuliahan dan selalu bersedia berbagi pengetahuan dengan teman-teman. Ketika saya mengalami kesulitan, dia dengan sabar membantu menjelaskan sampai saya mengerti,” ungkapnya.

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Nunung adalah kesabaran Khalik dalam membantu menjawab berbagai pertanyaan yang diajukannya selama masa perkuliahan.

“Setiap kali saya mengalami kesulitan terkait materi kuliah dan bertanya kepadanya, Khalik selalu sabar. Dia tidak pernah bosan berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan yang saya tanyakan, bahkan ketika saya bertanya berulang kali. Dengan penuh kesabaran, dia terus membantu hingga saya benar-benar memahami materi yang dibahas,” kata Nunung.

Menurutnya, dukungan yang diberikan Khalik tidak hanya berupa bantuan akademik, tetapi juga dukungan moral yang membuat dirinya tetap percaya diri dalam menghadapi berbagai tantangan selama penyusunan tesis.

“Dia selalu mengingatkan agar saya tetap semangat dan fokus menyelesaikan pendidikan ini. Dukungan itu sangat berarti bagi saya, terutama ketika saya sedang merasa lelah dan hampir menyerah,” jelasnya.

Nunung juga mengaku bangga atas pencapaian sahabatnya tersebut. Saat ini, Muhammad Khalik Saputra diketahui telah mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai seorang dosen. Baginya, profesi tersebut sangat sesuai dengan karakter Khalik yang senang berbagi ilmu, membimbing, dan membantu orang lain.

Baca Juga  BAZNAS Samarinda Salurkan 20 Motor dan Rombong UMKM

“Saya turut bangga karena sekarang Khalik sudah menjadi dosen. Menurut saya profesi itu sangat cocok untuk dirinya karena sejak kuliah dia memang senang berbagi ilmu dan membantu teman-temannya. Semoga kariernya terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujarnya.

Bagi Nunung, keberhasilan menyelesaikan ujian munaqasyah bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga buah dari doa keluarga, dukungan sahabat, serta semangat yang terus diberikan oleh orang-orang terdekat.

Kini, setelah berhasil melewati ujian munaqasyah dan bersiap menuju wisuda pada Agustus 2026 mendatang, ia berharap dapat terus menjaga silaturahmi dan persahabatan yang telah terjalin selama masa perkuliahan.

“Saya bersyukur memiliki sahabat seperti Muhammad Khalik Saputra. Kehadirannya menjadi salah satu alasan saya tetap kuat menyelesaikan pendidikan ini. Semoga persahabatan kami terus terjaga dan segala kebaikan yang telah dia berikan menjadi amal serta mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” pungkasnya.

Penulis: ***