SAMARINDA.nusantaranews.info– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Samarinda menggelar rapat konsolidasi organisasi pada Jumat malam (05/06/2026).
Kegiatan yang dihadiri jajaran pengurus partai mulai tingkat DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga ranting tersebut menjadi momentum penguatan struktur organisasi sekaligus membahas arah politik partai menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029.
Dalam kegiatan tersebut, DPC Gerindra Samarinda menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada pengurus PAC se-Kota Samarinda. Penguatan organisasi selanjutnya akan dilanjutkan hingga tingkat kelurahan dan anak ranting sebagai bagian dari upaya memperkuat mesin partai sampai ke tingkat akar rumput.
Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Samarinda, Mujiyanto, S.H., mengatakan konsolidasi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan penting.
Selain memperkuat struktur organisasi, seluruh peserta rapat juga sepakat mengusung Ketua DPC Partai Gerindra Kota Samarinda, Helmi Abdullah, S.E., M.M., sebagai calon Wali Kota Samarinda pada Pilkada 2029.
“Hasil konsolidasi malam ini yang pertama adalah penguatan kepengurusan sampai ke anak ranting. Sekaligus penyerahan SK PAC kepengurusan kecamatan dan nantinya akan dilanjutkan ke tingkat kelurahan. Selain itu, seluruh pengurus yang hadir sepakat mengusung Bapak Helmi Abdullah sebagai calon Wali Kota Samarinda,” ujar Mujiyanto kepada wartawan.
Menurutnya, Helmi Abdullah merupakan salah satu kader senior Partai Gerindra yang telah lama berkiprah di dunia politik. Selain menjabat Ketua DPC Gerindra Samarinda, Helmi juga memiliki pengalaman panjang sebagai anggota legislatif dan saat ini menjabat Ketua DPRD Kota Samarinda.
Mujiyanto menilai pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan kuat munculnya dukungan dari seluruh kader partai. Ia menyebut Helmi telah tiga periode menjadi anggota DPRD dan dua periode menduduki posisi wakil ketua sebelum dipercaya menjadi Ketua DPRD Samarinda.
“Beliau adalah kader terbaik kami. Pengalamannya sangat panjang di legislatif dan pemerintahan. Selain itu beliau juga dikenal dekat dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di Samarinda,” katanya.
Ia menjelaskan keputusan mengusung Helmi Abdullah tidak lahir secara mendadak. Sebelum ditetapkan dalam rapat konsolidasi, Helmi disebut telah melakukan komunikasi dengan jajaran pimpinan partai di tingkat pusat maupun provinsi.
Menurut Mujiyanto, Helmi Abdullah telah bertemu dan meminta arahan kepada Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Budisatrio Djiwandono, S.I.P., yang juga membawahi wilayah Kalimantan. Selain itu, Helmi juga telah berkomunikasi dengan Dr. Ir. Seno Aji, M.Si., Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Kalimantan Timur yang saat juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur.
“Beliau sudah meminta izin kepada pimpinan partai. Alhamdulillah mendapat dukungan dan restu. Jadi keputusan ini merupakan kesepakatan yang didukung dari tingkat pusat, provinsi hingga kader di tingkat bawah,” ujarnya.
Selain faktor pengalaman dan dukungan internal partai, Mujiyanto mengungkapkan bahwa Gerindra juga telah melakukan survei internal terhadap Helmi Abdullah.
Hasil survei tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum partai menetapkan arah politiknya menghadapi Pilkada 2029.
“Hasil survei internal menunjukkan beliau memiliki potensi yang baik. Ditambah lagi pengalaman beliau sebagai pengusaha dan tokoh yang dekat dengan berbagai organisasi di Samarinda menjadi nilai tambah tersendiri,” katanya.
Dalam sesi tanya jawab dengan wartawan, Mujiyanto juga menegaskan bahwa Gerindra tetap membuka peluang berkoalisi dengan partai politik lain pada Pilkada 2029. Menurutnya, koalisi merupakan bagian penting untuk memperkuat peluang kemenangan.
“Kami berharap bisa berkoalisi. Semakin besar barisan kemenangan tentu semakin baik. Namun untuk calon yang kami usung, kami sepakat tetap kepada Bapak Helmi Abdullah,” tegasnya.
Sementara terkait calon wakil wali kota yang akan mendampingi Helmi Abdullah, Mujiyanto mengatakan pembahasan tersebut belum dilakukan. Menurutnya, situasi politik masih sangat dinamis dan partai akan melihat perkembangan ke depan sebelum menentukan
sikap.
“Untuk calon wakil masih tentatif. Belum ada pembahasan secara khusus. Kami masih melihat perkembangan politik menjelang tahapan Pilkada nanti,” ujarnya.
Dalam konsolidasi tersebut, kader Gerindra juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program-program yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) yang selama ini menjadi program unggulan Pemerintah Kota Samarinda di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun.
Mujiyanto mengatakan para kader Gerindra menginginkan agar program tersebut tetap dilanjutkan karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat RT.
“Program Probebaya telah dirasakan oleh masyarakat di banyak RT. Karena itu kader-kader Gerindra berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan,” katanya.
Selain melanjutkan program daerah yang telah berjalan, Gerindra Samarinda juga berkomitmen menyelaraskan program pembangunan daerah dengan program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa program yang menjadi perhatian antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih.
Menurut Mujiyanto, program-program tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan dari tingkat bawah.
“Program pusat dan daerah harus berjalan beriringan agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya membahas Pilkada, Gerindra Samarinda juga mulai memasang target politik untuk Pemilu Legislatif 2029. Dalam konsolidasi tersebut, partai menargetkan mampu meraih 13 kursi di DPRD Kota Samarinda.
Target tersebut diyakini dapat dicapai melalui penguatan organisasi, konsolidasi kader, serta kerja politik yang berkelanjutan hingga tingkat kelurahan dan anak ranting.
Usai penyerahan SK PAC, DPC Gerindra Samarinda berkomitmen terus memperkuat struktur organisasi dan memperluas konsolidasi kader di seluruh wilayah Kota Samarinda sebagai langkah awal menghadapi kontestasi politik 2029 mendatang.













