SAMARINDA.nusantaranews.info– Persoalan membludaknya pendaftar di sejumlah sekolah favorit dan masih adanya sekolah yang kekurangan siswa dinilai menjadi tanda belum meratanya kualitas pendidikan di Kota Samarinda.
Karena itu, DPRD Kota Samarinda mendorong adanya pemetaan mutu sekolah sebagai dasar untuk memperbaiki sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, dr. Hj. Sri Puji Astuti, mengatakan pemetaan kualitas pendidikan perlu dilakukan secara lebih rinci, baik berdasarkan wilayah maupun jenis sekolah, sehingga pemerintah dapat mengetahui daerah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Kalau dipetakan, kita bisa tahu wilayah mana yang sudah bagus dan mana yang masih perlu ditingkatkan. Dengan begitu, kebijakan yang diambil juga lebih tepat,” ujarnya.
Menurutnya, capaian pendidikan Kota Samarinda yang memperoleh hasil baik secara nasional patut diapresiasi. Namun, prestasi tersebut tidak boleh membuat pemerintah lengah terhadap berbagai persoalan yang masih membayangi dunia pendidikan.
Ia menyoroti kondisi sarana dan prasarana yang masih membutuhkan perhatian, termasuk lebih dari seribu ruang kelas yang mengalami kerusakan ringan hingga berat. Selain itu, persoalan sumber daya manusia, mulai dari guru ASN hingga tenaga honorer, juga masih menjadi tantangan tersendiri.
“Dengan berbagai ketidakpastian yang ada, ternyata kita masih bisa memperoleh hasil yang baik secara nasional. Ini tentu harus disyukuri, tetapi tetap harus diikuti dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan secara merata,” katanya.
Ia menilai pemerataan pendidikan tidak hanya menyangkut kualitas guru dan kepala sekolah, tetapi juga akses menuju satuan pendidikan. Menurutnya, masih ada sejumlah sekolah yang memiliki akses jalan kurang memadai sehingga memengaruhi minat masyarakat.
“Sekarang sekolah bukan hanya harus aman, tetapi juga nyaman. Akses menuju sekolah juga harus diperhatikan agar siswa dan orang tua tidak kesulitan,” ucapnya.
Pihaknya juga menyoroti masih kuatnya persepsi masyarakat terhadap sekolah favorit. Akibatnya, beberapa sekolah selalu dipadati pendaftar, sedangkan sekolah lain justru masih memiliki banyak kursi kosong.
“Padahal sekolah-sekolah lain juga memiliki fasilitas yang baik. Karena itu, pemerataan mutu pendidikan harus terus diperkuat agar tidak ada lagi kesenjangan antar sekolah,” jelasnya.
Dalam waktu dekat, Komisi IV DPRD Kota Samarinda berencana menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk membahas berbagai persoalan pendidikan, termasuk pemerataan mutu sekolah dan evaluasi pelaksanaan SPMB.
“Tujuan akhirnya adalah agar seluruh siswa di Samarinda mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, nyaman, dan merata tanpa harus terpaku pada istilah sekolah favorit,” tegasnya.













