Nidya Listyono Serahkan Laporan Hasil Reses Gabungan Dewan Dari Dapil Kota Samarinda

Ir.H Seno Aji bersama Nidya Listiyono

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS–Bantuan keuangan (Bankeu) Non Spesifik dan Spesifik diberikan DPRD dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kepada Kota Samarinda sebagai menunjang pembangunan.

Di Tahun Anggaran 2022 bantuan yang diberikan tidak kurang dari Rp246.910.990 Miliar sementara tahun 2023 meningkat menjadi Rp354.450 Miliar.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono menuturkan Bankeu provinsi untuk Pemkot Samarinda hampir keseluruhan diperuntukan pembangunan dan peningkatan infrastruktur kota meliputi pembangunan terowongan Jalan Sultan Alimudin – Jalan Kakap.

Selain itu, peningkatan Jalan dan jembatan, peningkatan saluran drainase, gorong-gorong, polder, perluasan jaringan perpipaan distribusi utama dan distribusi pembagi, peningkatan sungai alam,sertarehabilitasi trotoar dan median jalan se-Kota Samarinda.

Baca Juga  Reza Harapkan APBD 2024 Bisa Terserap Lebih Optimal

“Seiring dengan berkembangnya Kota Samarinda, yang ditandai dengan kemajuan di berbagai bidang seperti di bidang ekonomi, industri, perdagangan, jasa, pendidikan, transportasi dan lain lain, tentunya tidak terlepas dari permasalahan dan tantangan pembangunan yang komplek,” kata Nidya Listiyono saat membacakan laporan reses gabungan Kota Samarinda belum lama ini.

Konsekuensi kota yang terbuka, pertambahan penduduk baik dari angka kelahiran maupun akibat mobilisasi penduduk dengan masuknya pendatang dari provinsi lain hal yang tidak bisa dihindari jadi.

Baca Juga  Wacana Larangan berternak Domba Di Kaltim , Tyo Punya Tanggapan

Peningkatan jumlah penduduk mengakibatkan munculnya persoalan baru, antara lain kemacetan di jalan raya, kemiskinan, kriminalitas dan lain-lain. Permasalahan tersebut perlu diantisipasi dan diminimalisir oleh Pemkot Samarinda dengan cara meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Provinsi akan mendukung pembenahan dan percepatan pembangunan dalam arti luas di setiap daerah guna menciptakan pemerataan pembangunan termasuk Samarinda sebagai ibu kota provinsi sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat mampu tercapai maksimal,” ujar Nidya. (Usman).