Hari Lahir Pancasila, Samsun: Nilai Gotong Royong dan Moral Harus Terus Ditanamkan

Anggota komisi 3 DPRD Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Samsun, S.E., M.Si

SAMARINDA, nusantaranews.info – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi momentum penting untuk mengingat kembali nilai-nilai dasar bangsa Indonesia. Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Muhammad Samsun, menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi pedoman hidup seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut Samsun, Hari Lahir Pancasila ditandai dengan pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang memperkenalkan lima konsep dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Pancasila mengajarkan bahwa Indonesia adalah negara yang berketuhanan, memberikan kebebasan kepada setiap warga untuk memeluk agama masing-masing. Kemudian kita juga terikat dalam semangat kebangsaan, persatuan, demokrasi, dan tujuan akhirnya adalah mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya kepada awak media nusantaranews.info, Senin (1/6/2026).

Baca Juga  Samarinda Sambut Konvenas Pukat ke-V: Sinergi Pengusaha Katolik untuk Kemandirian Ekonomi

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, nilai-nilai Pancasila harus menjadi roh dan semangat seluruh elemen bangsa. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga seluruh warga negara harus menghayati serta mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena itu setiap tanggal 1 Juni selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Tujuannya agar generasi muda dan masyarakat saat ini terus mengenang, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Samsun juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan Pancasila di lingkungan pendidikan. Ia menilai, pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter dan moral peserta didik perlu diperkuat kembali.

Menurutnya, pada masa lalu terdapat Pendidikan Moral Pancasila (PMP) hingga penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Meski sistem pendidikan saat ini telah berubah, substansi pendidikan Pancasila tetap perlu diperkuat.

Baca Juga  Nelayan Hilang di Perairan Balikpapan Ditemukan Meninggal, Sat Brimob Polda Kaltim Bantu Evakuasi

“Harus ada upaya yang lebih kuat untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila ke dalam sanubari peserta didik. Pendidikan kewarganegaraan sudah ada, tetapi menurut saya penguatan moralnya masih perlu ditingkatkan lagi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Samsun menegaskan bahwa pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Lingkungan keluarga dan masyarakat juga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Ia mencontohkan budaya gotong royong yang telah lama menjadi tradisi masyarakat Indonesia sebagai salah satu bentuk nyata pengamalan Pancasila.

“Gotong royong bukan hanya membersihkan lingkungan bersama-sama, tetapi juga saling membantu, saling mendukung, bekerja sama, dan meringankan beban sesama. Itu merupakan budaya asli Indonesia yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” jelasnya.

Samsun optimistis nilai-nilai Pancasila akan tetap lestari selama masyarakat Indonesia terus berpegang pada tradisi dan budaya luhur bangsa.

Baca Juga  Joni Ginting Serukan Kepada Generasi Milenial Agar Tidak Apatis Terhadap Politik

“Selama masyarakat Indonesia tetap berpedoman pada nilai-nilai itu, insyaallah nilai-nilai Pancasila akan terus hidup dan terjaga,” pungkasnya.

Penulis: manEditor: nng