Jangan Sampai Terpinggirkan, Kerukunan Dayak Kenyah Kaltim (KDKKT) Kukuhkan Kepengurusan Baru dan Perkuat Identitas Budaya

pengukuhan Ketua Umum Kerukunan Dayak Kenyah (KDK KT) Kalimantan Timur, Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah, sekaligus pelaksanaan rapat kerja pada Sabtu,02/05/2026 di Aula Kantor Gubernur Kaltim

SAMARINDA.nusantaranews.info–Di tengah pesatnya pembangunan Kalimantan Timur dan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), masyarakat adat Dayak Kenyah menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga identitas budaya serta memperkuat peran putra daerah di tanah sendiri.

Hal itu ditandai melalui pengukuhan Ketua Umum Kerukunan Dayak Kenyah (KDK KT) Kalimantan Timur, Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah, sekaligus pelaksanaan rapat kerja yang menjadi momentum penting mempererat persatuan dan merumuskan langkah strategis organisasi ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur Kalimantan Timur ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya acara kerukunan dan rapat kerja Kerukunan Dayak Kenyah dilaksanakan di lingkungan kantor gubernur Sabtu, 02/05/2026.

Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat Dayak, organisasi adat, unsur pemerintah daerah, hingga para ketua sub-suku Dayak Kenyah dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur.

Terdapat tiga agenda utama dalam kegiatan tersebut, yakni pengukuhan Ketua Umum dan Sekretaris Umum Kerukunan Dayak Kenyah Kalimantan Timur periode 2023–2028, pengukuhan Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah, serta pelaksanaan rapat kerja organisasi.

Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Umum terpilih, Gilbert Libun Abram, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menyatukan seluruh elemen masyarakat Dayak Kenyah karena pada dasarnya masyarakat Kenyah adalah satu kesatuan antara organisasi kerukunan dan lembaga adat.

“Jadi hari ini kami menggelar pengukuhan Ketua Umum dan Sekretaris Umum Kerukunan Dayak Kenyah, sekaligus pengukuhan Ketua Lembaga Adat serta rapat kerja. Kami merasa penting untuk mengkolaborasikan seluruh elemen karena Kenyah itu satu. Ada kerukunan sebagai paguyuban dan ada lembaga adat yang dipimpin kepala adat, sehingga keduanya harus berjalan bersama,” terangnya.

Ia menambahkan, pengurus yang dikukuhkan merupakan kepengurusan periode 2023–2028 yang akan melanjutkan program kerja sebelumnya.

“Program kita itu jangka pendek dan jangka menengah. Sampai menuju 2028 kita akan fokus pada program prioritas, sementara jangka panjang akan kita siapkan menuju Musyawarah Besar (Mubes) tahun 2028,” jelasnya.

Baca Juga  Sengketa Tanah Ring Road III, Soetiawan Halim Tunjukkan Seluruh Patok Batas dalam Pemeriksaan Setempat

Ketua Umum yang baru dikukuhkan, Drs. Getsemani Zeth, M.M., menegaskan bahwa visi utama kepengurusan ke depan adalah memajukan dan memperkuat citra masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur, sekaligus menjaga budaya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman dan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Visi misi kita ke depan adalah memajukan dan mencitrakan seluruh masyarakat Dayak Kenyah Kalimantan Timur. Karena Dayak Kenyah ini pada umumnya hidup di pedalaman, sangat dekat dengan hutan dan sungai. Semua aktivitas dan sumber kehidupan mereka berasal dari sana, jadi budaya dan identitas ini harus tetap kita jaga,” katanya.

Menurutnya, keberadaan IKN menjadi tantangan besar agar masyarakat adat tidak tertinggal di tanah sendiri.

“Apalagi sekarang IKN sudah ada di tempat kita. Jangan sampai kami ketinggalan, jangan sampai kami terpinggirkan. Ini yang harus kita rumuskan dalam rapat kerja, supaya budaya Dayak Kenyah tetap lestari dan bisa kita patenkan. Jangan sampai budaya ini justru dibawa orang lain sementara kita yang asli kehilangan ruang,” tegasnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. H. Seno Aji, M.Si.

“Kita mau bersinergi dengan pemerintah provinsi. Dalam kepemimpinan Pak Rudy Mas’ud dan Pak Seno Aji ini kita mendukung sepenuhnya, karena pembangunan yang sudah berjalan ini sudah mulai kita rasakan,” tambahnya.

Ketua Umum sebelumnya, Prof. Dr. Jiuhardi, menyampaikan pesan penting kepada pengurus baru agar terus menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat lokal, khususnya Dayak, agar memiliki ruang dalam pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas dikukuhkannya Ketua Umum yang baru. Ini merupakan anugerah bagi kita semua. Saya juga meminta maaf kepada seluruh warga karena kondisi kesehatan saya yang tidak memungkinkan sehingga saya harus mengundurkan diri,” ucapnya.

Baca Juga  Laskar Mandau Adat Kalimantan Bersatu LSLA Indonesia Gelar Aksi Berbagi 3.000 Takjil, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan

Ia berharap kepengurusan baru dapat bekerja lebih maksimal untuk masyarakat.

“Kalau kita berprinsip pada Bhinneka Tunggal Ika, tentu tidak masalah. Tetapi masyarakat lokal juga harus punya kesempatan untuk berperan dalam pemerintahan. Kalau tidak bisa jadi kepala daerah, minimal bisa jadi wakil, kepala dinas, atau posisi strategis lainnya. Jangan sampai kita tidak ikut berperan dalam pembangunan Kalimantan Timur,” tegasnya.

Dewan Pertimbangan Adat Dayak Kalimantan Timur, Abraham Ingan, S.H., juga menegaskan pentingnya peran putra-putra asli Kalimantan, khususnya Dayak, dalam pemerintahan daerah sesuai dengan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki.

“Saya mengucapkan selamat atas dikukuhkannya Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah dan Ketua Umum Kerukunan Dayak Kenyah. Ini menjadi momentum yang sangat baik karena untuk pertama kalinya acara ini dilaksanakan di Kantor Gubernur,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu memberikan ruang lebih besar bagi putra daerah.

“Sekarang ini SDM orang Dayak sudah tidak kalah dengan yang dari luar. Ada profesor, ada S1, S2, bahkan banyak yang sudah memiliki kapasitas besar. Tinggal bagaimana mereka dipetakan dan diberikan kesempatan sesuai kapabilitasnya masing-masing,” katanya.

Ia berharap sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik agar tercipta situasi yang aman, damai, dan kondusif.

Sementara itu, Plt Kepala Kesbangpol Kalimantan Timur, Arif Frananta Filifus Sembiring, S.I.P., M.E., yang mewakili Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. H. Seno Aji, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap Kerukunan Dayak Kenyah dapat terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Baca Juga  Polsek Palaran Ungkap Pencurian Atap Seng Perusahaan di Simpang Pasir, Satu Pelaku Ditangkap

“Pertama sekali saya mengucapkan selamat kepada seluruh saudara-saudara kita suku Dayak Kenyah yang hari ini melaksanakan rapat kerja dan pengukuhan. Harapan kami sebagai pemerintah, kegiatan ini dapat menghasilkan satu kebulatan tekad bersama untuk mendukung pembangunan Kalimantan Timur,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan daerah harus dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat.

“Kalimantan Timur harus maju bersama, bukan hanya pemerintahnya, tetapi seluruh rakyatnya. Maju dalam pendidikan, kesehatan, dan budaya. Budaya-budaya Kalimantan Timur harus bisa tampil di level nasional bahkan internasional,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim saat ini terus melakukan berbagai upaya besar untuk pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.

“Tantangan ke depan memang tidak mudah, tetapi dengan dukungan masyarakat dan organisasi seperti Kerukunan Dayak Kenyah ini, kami yakin semua tantangan bisa kita hadapi bersama. Segala kekurangan mari kita perbaiki bersama untuk membangun Kalimantan Timur yang lebih baik,” pungkasnya.

Melalui rapat kerja yang digelar setelah prosesi pengukuhan, seluruh pengurus merumuskan program kerja jangka pendek dan menengah hingga tahun 2028, serta persiapan menuju Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Dayak Kenyah Kalimantan Timur.

Fokus utamanya adalah memperkuat organisasi, menjaga eksistensi budaya adat, serta memastikan masyarakat Dayak Kenyah tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan Kalimantan Timur di tengah hadirnya IKN.

Penulis: Nng