BONGAN-KUBAR, nusantaranews.info – Rencana pemindahan ibu kota Kecamatan Bongan dari Muara Kedang ke Jambuk kembali mengemuka setelah seluruh kepala kampung, tokoh masyarakat, dan unsur Muspika menyatakan persetujuan dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis pagi (15/11/2025) pukul 09.30 WITA di kantor Kecamatan Bongan.
PLT Camat Bongan, Kristianto Hari Setiono, menjelaskan bahwa wacana perpindahan ibu kota kecamatan sebenarnya sudah muncul sejak 12 tahun lalu, namun belum terlaksana karena belum adanya kesepakatan penuh dari seluruh kampung.

“Dulu infrastruktur di Muara Kedang masih sangat bergantung pada jalur sungai. Akses darat sudah ada tapi belum maksimal, sehingga masyarakat dari kampung-kampung pedalaman kesulitan saat membutuhkan pelayanan publik,” ujar Kristianto.
Ia mencontohkan lima kampung di wilayah darat—Pringtali, Lemper, Deraya, dan Tanjung Soke—yang dulu harus menempuh perjalanan berat hanya untuk mengurus rekomendasi ke kecamatan.
“Akses darat itu jalannya berlumpur dan berlubang sehingga dari kampung – kampung yang ingin ke ibukota Kecamatan Bongan di muara Kedang itu membutuhkan waktu yang cukup berjam – jam untuk bisa sampai ketempat itu, apalagi dari Tanjung Soke, lemper dan Deraya,” lanjutnya
Upaya Pemindahan Sudah Dimulai Sejak Tiga Camat Sebelumnya
Kristianto menjelaskan bahwa wacana pemindahan sudah diinisiasi sejak masa Camat Drs. Andi Pareng-Rengi, yang pada waktu itu seluruh tokoh pendidikan yaitu Yahya S.Pd, Rasdin Mahmud, dan juga Alm.Eliansyah itu ikut didalam musyawarah dan merencanakan pemindahan ibukota kecamatan yang di ketuai oleh sdr. Yahya S.Pd, itu sebagai gambaran awal bagaimana para tokoh dan para petinggi, ada pula Pak Herman yang menjadi tokoh didalam pemindahan ibukota Kecamatan.
kemudian dilanjutkan oleh Drs. Ganjar Ikusukarso dan Drs. H. Tohir. Secara de facto pemindahan ibukota kecamatan dari muara Kedang ke Jambu itu dilakukan oleh Camat Drs. Andi pareng rengi.
Pada masa kepemimpinannya sebagai PLT Camat, ia kembali memfokuskan upaya ini agar mendapat payung hukum melalui kajian Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (PK-PPID) Universitas Mulawarman sebelum diajukan untuk diperdakan dan disahkan oleh DPRD Kutai Barat.
Seluruh Kampung Kini Sepakat
Berbeda dengan 12 tahun lalu, kini 16 kampung di Kecamatan Bongan semuanya menyetujui perpindahan ibu kota ke Jambuk.
“Kesepakatan total baru kita dapatkan sekarang. Dulu masih ada riak-riak kecil sehingga prosesnya tidak berjalan,” katanya.
Selain persetujuan perpindahan, para kepala kampung juga mengusulkan agar aset-aset yang ditinggalkan di Muara Kedang dapat dihibahkan kepada pemerintah kampung agar tidak terbengkalai atau disalahgunakan. Usulan ini akan dibawa ke Bupati Kutai Barat dan BKD selaku pemegang aset daerah.
Harapan Pengembangan Muara Kedang dan Jambuk
Kristianto menegaskan bahwa perpindahan ibu kota bukan berarti meninggalkan Muara Kedang. Ia berharap wilayah itu tetap berkembang, terlebih dengan usulan pembangunan jalur darat menuju Perian dan Jantur serta pengembangan potensi wisata dan hasil sungai.
Sementara itu, Jambuk dipandang strategis karena berdekatan dengan Ibu Kota Negara (IKN) sehingga berpotensi menjadi penyangga pertumbuhan ekonomi baru.
Penghargaan untuk Almarhum H. Etoy Effendi
Pada kesempatan itu, Camat juga menyampaikan penghargaan kepada Almarhum H. Etoy Effendi, mantan kepala adat Jambu, yang telah menghibahkan lahan seluas 1,5 hektare untuk , kantor kecamatan yang baru. Beliau merupakan ayah dari Syahril, Kepala Kampung Jambuk saat ini.
Selain persetujuan pemindahan, para kepala kampung juga mengusulkan Usulan agar aset – aset yang ditinggalkan di muara Kedang dapat dihibahkan kepada pemerintah kampung agar tidak terbengkalai atau disalah gunakan usulan ini akan di bawa ke Bupati Kutai Barat, dan BKAD selaku pemegang aset daerah dan agar dimasukkan kedalam kajian pemindahan ibukota kecamatan melalui lembaga Tim Universitas Mulawarman.
“Ini pertemuan kedua setelah rapat di kabupaten. Semuanya berjalan positif. Tidak ada lagi riak-riak yang menghambat,” ujar Kristianto.
Ia menambahkan bahwa proses ini menjadi langkah penting untuk pembangunan Kecamatan Bongan agar lebih siap menyongsong perkembangan wilayah yang berdekatan dengan kawasan IKN.













