SAMARINDA.nusantaranews.info — Komisi III DPRD Samarinda menyoroti pembangunan fasilitas sementara bagi pedagang terdampak kebakaran di Pasar Segiri agar tidak sekadar menjadi solusi darurat tanpa arah penataan jangka panjang yang jelas.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar dan S.H, menegaskan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan penggunaan dana tanggap darurat sebesar Rp1,1 miliar benar-benar sesuai kebutuhan pedagang dan layak digunakan.
“Kalau bicara worth it atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan karena Komisi III belum melihat langsung bangunannya. Nanti akan kami cek langsung supaya jelas kesesuaiannya dan fungsinya,” ujarnya.
Menurut Deni, hal paling penting saat ini adalah memastikan para pedagang yang terdampak kebakaran dapat kembali beraktivitas dan menjalankan usaha mereka.
Namun di sisi lain, DPRD juga meminta Pemerintah Kota Samarinda tidak berhenti pada penanganan sementara, melainkan menyiapkan konsep penataan pasar yang berkelanjutan.
Ia menilai setiap pasar di Samarinda ke depan perlu memiliki fungsi yang lebih spesifik agar penataan kota dan aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib.
“Kita ingin ada pembagian fungsi pasar. Misalnya Pasar Pagi fokus ke konveksi dan emas, sementara pasar basah dipusatkan di Pasar Segiri. Jadi penataannya lebih jelas dan masyarakat juga lebih mudah,” katanya.
Deni menambahkan, DPRD masih menunggu penjelasan detail terkait rencana revitalisasi Pasar Segiri. Menurutnya, konsep revitalisasi tidak boleh hanya berfokus pada perubahan fisik bangunan, tetapi juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan pedagang dan masyarakat.
“Kita tidak ingin revitalisasi hanya simbol saja. Harus benar-benar menata pasar menjadi lebih baik dan tetap bisa dimanfaatkan pedagang dengan maksimal,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan pemerintah terkait konsep revitalisasi, mulai dari perencanaan, anggaran, hingga target penyelesaian agar masyarakat dapat mengetahui arah penataan pasar secara jelas.
“Kita ingin semuanya transparan. Jadi masyarakat tahu seperti apa perencanaannya, berapa anggarannya, dan kapan target selesainya,” pungkasnya.













