Nunung Dwi Astutik Ajak Perempuan Sayangi Diri Sendiri dengan Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks

Nunung Dwi Astutik usai menjalani skrining Kanker Serviks di Laboratorium Prodia pada Kamis,09/07/2026.

SAMARINDA.nusantaranews.info– Jurnalis Nunung Dwi Astutik mengajak seluruh perempuan untuk lebih menyayangi diri sendiri dengan rutin melakukan deteksi dini kanker serviks. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini merupakan langkah penting untuk mengetahui kondisi kesehatan leher rahim sebelum muncul gejala maupun berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

Ajakan tersebut disampaikan usai Nunung menjalani pemeriksaan skrining kanker serviks di Laboratorium Prodia Samarinda pada Kamis (09/07/2026).

Pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan reproduksi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi dini.

Ajakan ini juga sejalan dengan meningkatnya kasus kanker serviks di Indonesia. Berdasarkan data BPJS Kesehatan, jumlah kasus kanker serviks menunjukkan tren peningkatan, dari 278.760 kasus pada 2021 menjadi 452.522 kasus pada 2025.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kesadaran masyarakat untuk melakukan skrining secara berkala masih perlu terus ditingkatkan.

Baca Juga  Sapu Bersih Narkoba! Kapolresta Samarinda Pimpin Pemusnahan Barang Bukti Senilai Miliaran

Mengutip pemberitaan ANTARA Kaltim, dokter spesialis Patologi Anatomi dr. Madurasmi, Sp.AP menjelaskan bahwa kanker serviks dapat dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan Pap Smear maupun Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Menurutnya, apabila kondisi pra-kanker ditemukan sejak dini, penanganan dapat segera dilakukan sebelum berkembang menjadi kanker.

Ia juga mengingatkan bahwa kanker serviks pada stadium awal umumnya tidak menimbulkan gejala sehingga skrining rutin sangat dianjurkan.

Sementara itu, mengutip pemberitaan Nomorsatu Kaltim, Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr. Ismed Kosasih menyampaikan bahwa semakin cepat kanker ditemukan, semakin besar peluang penanganannya.

Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan skrining yang tersedia di fasilitas kesehatan serta mengikuti vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan.

Usai menjalani pemeriksaan, Nunung mengajak perempuan agar tidak takut memeriksakan kesehatan reproduksinya.

Baca Juga  [HOAKS] Informasi Pembuatan dan Perpanjangan SIM Gratis Beredar di Media Sosial

“Sayangi diri sendiri dengan tidak menunda pemeriksaan kesehatan. Jangan menunggu muncul gejala. Deteksi dini membantu menemukan adanya virus HPV atau kelainan pada leher rahim sejak dini, sehingga dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi tidak harus dilakukan di laboratorium swasta. Bagi masyarakat yang belum mampu membiayai pemeriksaan secara mandiri, layanan BPJS Kesehatan dapat dimanfaatkan sesuai prosedur yang berlaku.

Masyarakat dapat terlebih dahulu mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), seperti puskesmas atau klinik yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, untuk menjalani pemeriksaan awal.

Apabila terdapat indikasi medis, pasien akan memperoleh penanganan lebih lanjut atau dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga  Muswil II IKAT di Kaltim: Wujudkan Kolaborasi Warga Toraja dalam Menyongsong IKN

Nunung berharap semakin banyak perempuan yang menyadari bahwa menjaga kesehatan reproduksi merupakan bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri.

Menurutnya, pemeriksaan rutin dapat memberikan ketenangan sekaligus membantu mendeteksi lebih awal apabila terdapat virus HPV atau kelainan pada leher rahim.

Penulis: Nng