BRMP Kaltim Kawal Gerakan Tanam Serentak Nasional 50 Hektare, Percepat Peningkatan Produksi Padi

Kepala BRMP Kaltim Dr. Ahmad Subhan, M.Sc. bersama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si. dan Kepala DPTPH Kaltim Fahmi Himawan, S.T., M.T. melakukan penanaman padi secara simbolis pada Gerakan Tanam Serentak Nasional di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, Jumat (3/7/2026).

SAMARINDA, nusantaranews. info – Komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui Gerakan Tanam Serentak Nasional seluas 50 ribu hektare pada lahan cetak sawah dan optimalisasi lahan (Oplah). Di Kalimantan Timur, gerakan tersebut dipusatkan di Brigade Penanaman Afnan Sejahtera, Jalan Pertamina, Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, Jumat (03/07/2026).

Kegiatan ditandai dengan penanaman padi menggunakan sistem tanam benih langsung (Tabela) yang dilakukan secara simbolis oleh Kepala Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., bersama Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Si., serta Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, S.T., M.T.

Kegiatan ini juga melibatkan Brigade Pangan, penyuluh pertanian, kelompok tani, jajaran BRMP Kaltim, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Kota Samarinda, yang dihadiri langsung Kadis Drs. H .Muhammad Darham M.Si serta unsur kecamatan dan kelurahan.

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, mengatakan gerakan tanam serentak menjadi langkah nyata dalam mempercepat peningkatan produksi padi melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PMAAS). Teknologi budidaya tersebut dirancang untuk meningkatkan produktivitas melalui pengaturan populasi tanaman yang lebih optimal.

Baca Juga  Giman Santoso: PPBK Jadi Wadah Silaturahmi dan Pengembangan UMKM Warga Blitar di Kaltim

“Melalui PMAAS, produktivitas padi berpotensi mencapai 10 ton per hektare. Ini menjadi salah satu inovasi yang akan kami kawal penerapannya di Kalimantan Timur sebagai upaya meningkatkan produksi dan mendukung swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kalimantan Timur memperoleh alokasi pengembangan PMAAS seluas sekitar 7.000 hektare. Program tersebut akan didampingi oleh 682 penyuluh pertanian yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota sesuai potensi lahan sawah masing-masing.

Menurut Ahmad Subhan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas tanam, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan kepada petani. Karena itu, BRMP Kaltim bersama para penyuluh akan mengawal setiap tahapan budidaya, mulai dari penanaman hingga panen.

“Peningkatan produksi harus diikuti dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat. Dengan pendampingan yang intensif, kami optimistis produktivitas padi di Kalimantan Timur dapat meningkat dari rata-rata 3,5–4 ton per hektare menjadi di atas 6 ton per hektare,” katanya.

Sementara itu, Kepala DPTPH Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, menjelaskan bahwa gerakan tanam serentak dilaksanakan pada lahan hasil program optimalisasi lahan yang telah dikembangkan pemerintah.

Baca Juga  Komisi III DPRD Kaltim Koordinasi Dengan BBJPN Terkait Perbaikan Jalan

Hingga saat ini, program Oplah di Kalimantan Timur mencapai 13.973 hektare yang tersebar di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Kota Samarinda. Khusus Kota Samarinda memperoleh alokasi sekitar 440 hektare dengan dukungan dua Brigade Pangan.

Selain Oplah, pemerintah juga terus memperluas areal tanam melalui program cetak sawah. Saat ini sekitar 1.000 hektare lahan baru telah memasuki masa tanam di Kabupaten Kutai Timur, Berau, Mahakam Ulu, dan Paser. Di sisi lain, proses survei dan perencanaan pengembangan sawah baru juga terus dilakukan.

Fahmi menambahkan, berbagai program tersebut diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), produktivitas, serta mengurangi ketergantungan Kalimantan Timur terhadap pasokan beras dari luar daerah.

“Karena itu berbagai program seperti optimalisasi lahan, cetak sawah, hingga penerapan PMAAS menjadi strategi utama untuk meningkatkan indeks pertanaman, produktivitas, dan secara bertahap mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Timur,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, menegaskan bahwa Gerakan Tanam Serentak Nasional merupakan bagian dari strategi percepatan swasembada pangan yang dilaksanakan secara serentak di 25 provinsi.

Baca Juga  Kapolresta Samarinda Musnahkan Ribuan Gram Narkotika, Barang Bukti Senilai Miliaran Rupiah

Menurutnya, Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi melalui optimalisasi lahan, cetak sawah, serta penguatan kelembagaan petani melalui Brigade Pangan dan pendampingan penyuluh pertanian.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BRMP, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, dan kelompok tani, diharapkan produktivitas padi di Kalimantan Timur terus meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pencapaian swasembada pangan nasional.

Penulis: manEditor: Nng