Patroli Humanis Ops Damai Cartenz Sambangi Sekolah di Pegunungan Bintang

ket. foto: Personel Satgas Ops Damai Cartenz berinteraksi dengan siswa saat patroli dialogis di SDN Bale, Distrik Kabiding, Pegunungan Bintang

Pegunungan Bintang, nusantaranews.info – Personel Satgas Operasi Damai Cartenz menggelar patroli dialogis yang dirangkai dengan kegiatan sambang ke SDN Bale, Distrik Kabiding, Kabupaten Pegunungan Bintang, Sabtu (2/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIT itu menyasar langsung masyarakat dan lingkungan pendidikan. Dalam kunjungan tersebut, aparat berinteraksi dengan siswa dan tenaga pendidik, menciptakan suasana aman dan akrab.

Selain memantau situasi keamanan, personel juga menyampaikan pesan kamtibmas secara persuasif. Kehadiran aparat di sekolah disebut sebagai bagian dari pendekatan humanis untuk membangun kepercayaan masyarakat sejak dini.

Baca Juga  H+6 Lebaran, Kakorlantas: 60 Persen Kendaraan Sudah Kembali ke Jakarta, Kecelakaan Turun 30 Persen

Hasil patroli menunjukkan situasi di Distrik Kabiding dan Oksibil dalam kondisi aman dan kondusif. Tidak ditemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, mengatakan patroli dialogis menjadi strategi membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Patroli ini tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional, khususnya dengan anak-anak sebagai generasi penerus,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi, Adarma Sinaga, menilai kegiatan sambang ke sekolah penting untuk menciptakan stabilitas jangka panjang.

“Pendekatan humanis di lingkungan pendidikan menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi yang baik antara aparat dan masyarakat,” katanya.

Baca Juga  Diduga Rugikan Petani, Dua Mantan Kades Kutim Dituding Salahgunakan Wewenang

Apresiasi juga datang dari tenaga pendidik SDN Bale, Yohana Wanimbo. Ia mengaku kehadiran aparat membuat siswa merasa lebih aman dan senang.

Ke depan, Satgas Ops Damai Cartenz akan mengintensifkan patroli dialogis, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan, terutama di titik rawan dan objek vital. Komunikasi dengan tokoh masyarakat, adat, dan agama juga akan terus diperkuat guna mendukung deteksi dini gangguan kamtibmas.

Dengan pendekatan tersebut, aparat diharapkan tak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan harmonis.