SAMARINDA, nusantaranews.info– Perjalanan panjang sejauh 42,8 kilometer menjadi bagian dari rangkaian pembinaan fisik dan mental 119 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemasyarakatan. Setelah menuntaskan long march, para peserta tiba di Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Jalan Padat Karya, Bayur, Sabtu (08/08/2026), sekitar pukul 06.00 Wita.

Kedatangan tersebut menjadi awal dari rangkaian kegiatan akhir pembinaan. Setelah waktu salat Zuhur, peserta mengikuti outbound dinamika kelompok.
Malam harinya, peserta secara bergilir masuk ke area pemakaman TPPU Muang Ilir untuk mengambil baret. Rangkaian berlanjut hingga dini hari dengan kegiatan api unggun sekitar pukul 03.00 Wita.
Setelah api unggun, seluruh peserta mengikuti prosesi pembaretan. Para CPNS juga mendapat siraman air kembang sebagai bagian dari rangkaian akhir kegiatan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, S.H., M.H., mengatakan kegiatan pembaretan menjadi bagian penting dari rangkaian pembinaan yang telah dijalani para CPNS.
“Hari ini adalah hari terakhir kegiatan pembaretan oleh para panitia yang sudah berakhir pada malam hari ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat sekali untuk adik-adik kita yang baru mendapatkan sertifikat sebagai ASN dari CPNS kemarin,” kata Endang.
Selama tiga hari pembinaan, kata dia, terlihat banyak perubahan pada diri para peserta.
“Kita melihat dari tiga hari pembinaan yang dilaksanakan oleh panitia dan juga para KUPP dan senior-senior yang di sini, banyak perubahan-perubahan yang sudah kita lihat dari ASN kita ini,” ujarnya.
Endang menilai tiga hari pembinaan tersebut merupakan bagian penting yang akan dikenang para peserta.
“Ini membuktikan bahwa tiga hari ini adalah bukan suatu kesengajaan. Tiga hari ini adalah hal yang terbaik untuk mereka semua. Agar semua ini dikenang oleh mereka dan kedisiplinan dan kita semua yang sudah melekat di diri mereka semua,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat dan berkelanjutan bagi para peserta.
“Manfaatkan kegiatan ini, mudah-mudahan bisa berkelanjutan dan mereka dari 119 orang ini adalah menjadi ASN-ASN terbaik untuk Kaltim dan Kaltara,” ujar Endang.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan pihaknya bangga dipercaya menjadi tempat terakhir atau penutupan kegiatan tersebut.
“Tentunya kami berbangga hati terpilih oleh panitia penyelenggara dari Kanwil karena memilih kami untuk menjadi tempat terakhir atau penutupan kegiatan ini,” kata Puang Dirham.
Menurutnya, keterlibatan Lapas Narkotika Samarinda juga menjadi bentuk kontribusi bagi organisasi.
“Kami sekaligus berbangga berkontribusi positif untuk organisasi serta berbangga untuk menjadi salah satu pendorong terciptanya organisasi yang ideal melalui pendidikan mental disiplin petugas,” ujarnya.
Puang Dirham berharap tujuan dari kegiatan pembinaan dan pembaretan tersebut dapat tercapai dan membekas bagi para peserta saat kembali ke unit kerja masing-masing.
“Harapan saya pribadi tentunya tujuan daripada kegiatan ini tercapai, membekas dan meningkatkan integritas daripada seluruh petugas di instansinya masing-masing atau di tempat kerjanya masing-masing,” katanya.
Terkait kegiatan api unggun, Puang Dirham menjelaskan pihaknya hanya berperan sebagai pelaksana.
“Kami hanya melaksanakan sebagai pelaksana. Tujuan daripada kegiatan tersebut untuk memantapkan secara mental, tapi kami hanya sebagai pelaksana kegiatan,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala UPT Pemasyarakatan, termasuk Kalapas dan Karutan dari wilayah Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, dan Bontang.
Setelah menuntaskan seluruh rangkaian pembinaan fisik, mental, long march sejauh 42,8 kilometer, hingga pembaretan, 119 CPNS Pemasyarakatan selanjutnya kembali ke unit kerja masing-masing.













