SAMARINDA, nusantaranews.info – Sejumlah pemilik hewan kesayangan mendatangi lokasi vaksinasi rabies gratis di Samarinda, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang diperingati setiap 28 September.
Vaksinasi tersebut merupakan hasil kolaborasi Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Timur, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kaltim.

Mengusung tema “Bersama Kita Lebih Kuat”, kegiatan vaksinasi rabies berlangsung selama dua hari, yakni 28-29 September 2026.
Sejak pagi, pemilik hewan peliharaan mulai berdatangan membawa hewan kesayangannya untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mendapatkan vaksinasi.
Berdasarkan data pendaftaran, tercatat sebanyak 196 ekor hewan mengikuti kegiatan tersebut. Terdiri dari 162 ekor kucing, 33 ekor anjing, dan satu ekor beruk.
Ketua Tim Kerja Karantina Hewan BBKHIT Kalimantan Timur, drh. Endang Sri Pertiwi, M.Si., menjelaskan vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk menjaga hewan dari risiko penyakit rabies.
Menurutnya, peran karantina hewan tidak hanya memberikan pelayanan lalu lintas hewan, tetapi juga mencegah masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan karantina dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
“Jadi, kita melakukan pemeriksaan dokumen, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan laboratorium jika dibutuhkan sampai rilis dan dinyatakan hewan itu sehat,” jelas Endang.
Ia mengatakan, pengawasan lalu lintas hewan juga dilakukan di sejumlah pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara. Petugas karantina melakukan pengawasan melalui sistem piket selama 24 jam.
Untuk hewan yang akan mengikuti vaksinasi, pemeriksaan kesehatan dilakukan terlebih dahulu. Hewan yang kondisinya tidak sehat atau sedang mengalami gangguan kesehatan tidak dapat langsung diberikan vaksin.
“Harus dalam kondisi sehat dulu untuk divaksin. Nanti kita lakukan pemeriksaan kesehatan hewan,” ujarnya.
Endang juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memberikan vaksinasi rabies kepada hewan kesayangan. Sebab, rabies merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Selain anjing dan kucing, vaksinasi juga dapat diberikan kepada jenis hewan tertentu, termasuk primata, dengan memperhatikan kondisi dan persyaratan kesehatan hewan.
Ada Syarat Sebelum Divaksin
Dokter hewan karantina, Yuke, menjelaskan tidak semua hewan dapat langsung diberikan vaksinasi.
Hewan yang sedang tidak fit, mengalami gangguan kesehatan, terdapat cacing maupun ektoparasit seperti kutu, harus mendapatkan penanganan terlebih dahulu. Hewan yang sedang bunting juga tidak diberikan vaksinasi dalam kegiatan tersebut.
“Untuk primata juga harus dalam kondisi sehat, tidak ada cacing atau ektoparasit dan tidak sedang bunting. Usianya minimal empat bulan,” jelasnya.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi hewan sebelum mendapatkan vaksin rabies.
Pemilik Hewan Sambut Vaksinasi Gratis

Salah seorang pemilik hewan peliharaan, Yeni Kurniati, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan vaksinasi rabies gratis tersebut.
Menurutnya, vaksinasi rabies penting bagi hewan peliharaan sehingga kesempatan vaksinasi gratis dimanfaatkan oleh para pemilik hewan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Vaksinasi rabies penting untuk hewan kesayangan. Jadi, mumpung ada vaksinasi gratis, kenapa tidak dimanfaatkan,” ungkap Yeni.
Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar secara rutin.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa sering dilakukan, kalau bisa setiap tahun. Supaya binatang-binatang di luar juga lebih sehat,” katanya.
Kegiatan vaksinasi rabies gratis tersebut berlangsung selama dua hari, 28-29 September 2026, dengan melibatkan tenaga medis dari BBKHIT Kalimantan Timur, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda, serta PDHI Kaltim.













