SMPN 24 Sering Jadi Langganan Banjir, DPRD Samarinda Siap Kawal Ketat Revitalisasi

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Dr. H. Sri Puji Astuti.

SAMARINDA.nusantaranews.info – DPRD bersama Pemerintah Kota Samarinda menegaskan komitmen untuk menuntaskan revitalisasi SMPN 24 Samarinda di Jalan P. Suryanata, Bukit Pinang. Langkah ini diambil guna mengatasi persoalan banjir yang kerap menggenangi lingkungan sekolah saat hujan deras.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Dr. H. Sri Puji Astuti, mengatakan meski pemerintah daerah menghadapi tantangan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat pada tahun 2026, penanganan banjir di sekolah tersebut tetap menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah.

Saat ini seluruh dokumen perencanaan, termasuk Detailed Engineering Design (DED) serta persyaratan administratif untuk peninggian bangunan sekolah, telah rampung 100 persen.

“Kawasan Bukit Pinang itu kan selalu banjir sejak dulu, maka kita sudah usulkan sejak lama dan selalu kita perbarui usulan ini,” katanya, Jumat (19/06/2026).

Baca Juga  Pansus LKPJ DPRD Samarinda Dorong Percepatan Air Bersih dan Penanganan Banjir Terintegrasi

Puji menjelaskan, upaya pembenahan fasilitas pendidikan tersebut sebenarnya telah dirancang sejak masa kepemimpinan Wali Kota Syaharie Ja’ang. Saat itu, Pemkot sempat mengusulkan relokasi sekolah ke kawasan eks Terminal Bukit Pinang.

Namun rencana tersebut tidak dilanjutkan setelah muncul aspirasi masyarakat yang menolak pemindahan lokasi. Warga menilai keberadaan SMPN di kawasan tersebut masih memadai, serta mengkhawatirkan bertambahnya jarak tempuh siswa apabila sekolah dipindahkan.

Pemerintah kemudian mengubah strategi dengan menetapkan opsi peninggian bangunan sekolah sebagai solusi terbaik.

“Tahun 2014 lalu sudah ada proposal masuk ke DPRD Samarinda, kemudian ke Pak Wali Kota zaman Pak Ja’ang. Sempat dijanjikan akan ditinggikan, tetapi terkendala anggaran karena setelah dihitung biayanya di atas Rp10 miliar,” jelasnya.

Baca Juga  Wakil Ketua Pansus Abdul Rohim Apresiasi PAD Perumdam Rp17 Miliar, Target Layanan 100 Persen Didorong Lebih Cepat

Untuk menyiasati keterbatasan anggaran, DPRD dan Dinas Pendidikan sempat mengupayakan dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat. Namun bantuan tersebut belum terealisasi sehingga pembiayaan kembali bergantung pada APBD.

“DED sudah dibuat dan seluruh persyaratan sebenarnya sudah lengkap. Bahkan saat banjir besar beberapa waktu lalu, Wali Kota Andi Harun menyampaikan bahwa sekolah itu akan ditinggikan,” ujarnya.

Meski sempat terjadi penyesuaian jadwal akibat kebijakan penghematan anggaran, dari rencana tahun 2025 ke 2026, DPRD memastikan program tersebut tetap diperjuangkan agar tidak tertunda.

Baca Juga  DPRD Samarinda Sepakati Enam Raperda di Luar Propemperda 2026

“Kami selalu mendorong agar SMPN 24 menjadi prioritas karena ini menyangkut kenyamanan proses belajar mengajar. Tapi keputusan eksekusinya ada di Wali Kota,” pungkasnya.

Penulis: Nng