SAMARINDA, nusantaranews.info– Pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan tren positif. Hingga Juli 2026, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp19,05 miliar.
Capaian tersebut hampir menyamai total pengumpulan sepanjang 2025 yang berada di angka Rp20,60 miliar. Jika tren penghimpunan terus berlanjut hingga akhir tahun, capaian zakat BAZNAS Kaltim diproyeksikan kembali meningkat.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr.Ir. H.Seno Aji,. M.Si., IPU menyebut peningkatan tersebut menjadi pertanda baik bagi pengelolaan zakat di daerah.
“Alhamdulillah malam hari ini BAZNAS Kaltim mengadakan Rapat Koordinasi Daerah BAZNAS se-Kalimantan Timur. Tadi sudah disampaikan juga bagaimana pencapaian-pencapaian BAZNAS Kalimantan Timur selama ini,” kata Seno Aji saat menghadiri kegiatan pembukaan Rakorda dan BAZNAS Strategic Development (BSD) se-Kaltim 2026, senin (11/08/2026).
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir pengumpulan zakat BAZNAS Kaltim menunjukkan peningkatan pesat. Dari sekitar Rp 6 miliar, kini telah mencapai Rp19 miliar hanya sampai semester pertama 2026.
“Artinya, apabila kita mencapai akhir tahun 2026, maka sangat memungkinkan untuk mendapatkan lebih dari Rp25 miliar,” ujarnya.
Seno menilai capaian tersebut menjadi pertanda baik bagi Kalimantan Timur, khususnya dalam memperkuat peran BAZNAS bersama pemerintah daerah dalam pengelolaan zakat.
“Mudah-mudahan Rakorda ini menghasilkan pointers-pointers yang baik untuk Kalimantan Timur ke depan,” harapnya.
Berdasarkan data BAZNAS Kaltim, pengumpulan dana zakat terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.
Pada 2021, dana yang terkumpul sebesar Rp6,84 miliar. Kemudian meningkat menjadi Rp10,79 miliar pada 2022, Rp14,44 miliar pada 2023, dan Rp16,51 miliar pada 2024.
Pada 2025, pengumpulan kembali meningkat menjadi Rp20,60 miliar. Sedangkan sepanjang Januari hingga Juli 2026, jumlahnya telah mencapai Rp19,05 miliar.

Ketua BAZNAS Kaltim Drs.H. Ahmad Nabhan mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat.
“Alhamdulillah, setiap tahun kami mencatat peningkatan yang berarti. Ini adalah bukti kepercayaan masyarakat Kaltim terhadap pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Dana yang dihimpun kemudian disalurkan melalui lima pilar program BAZNAS Kaltim, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli dan Kaltim Taqwa.
Program Kaltim Cerdas diarahkan untuk membantu kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam sekolah, SPP atau UKT, sarana dan prasarana pendidikan hingga dukungan bagi Sekolah Cendekia BAZNAS dan program kaderisasi ulama.
Sementara Kaltim Sehat mencakup berbagai layanan sosial dan kesehatan, di antaranya khitanan massal sekitar 950 anak, operasi celah bibir dan langit-langit sekitar 150 orang, bantuan pengobatan, pembayaran tunggakan BPJS, Rumah Sehat BAZNAS, penyediaan sumber air bersih hingga penanganan stunting sekitar 460 orang dengan nilai bantuan sekitar Rp1,08 miliar.
Untuk pemberdayaan ekonomi, BAZNAS menjalankan program Kaltim Makmur melalui Z-Mart, Z-Auto, Z-Chicken, penggemukan sapi, budidaya domba, ayam petelur, ikan patin hingga padi organik.
Sedangkan Kaltim Peduli menyasar masyarakat yang membutuhkan melalui pembangunan dan renovasi rumah layak huni, bantuan pascabencana, paket Ramadan, kebutuhan hidup hingga bantuan sewa rumah.
Adapun Kaltim Taqwa difokuskan pada penguatan kehidupan keagamaan melalui pembinaan mualaf, insentif guru mengaji, qari dan qariah, imam masjid, guru tahfiz serta dukungan sarana dakwah.

Wakil Ketua BAZNAS RI KH. Zainut Tauhid Sa’adi M.Si memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terhadap BAZNAS Kaltim.
“Yang pasti kami dari BAZNAS pusat menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur serta seluruh jajaran Pemda Kalimantan Timur yang selama ini memberikan support dukungan kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan agar manfaat zakat yang dikelola semakin dirasakan masyarakat.
“Sinergi yang baik ini mudah-mudahan ke depan kita pertahankan, kita tingkatkan agar manfaat yang dikelola oleh BAZNAS untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kalimantan Timur lebih tepat sasaran dan juga lebih tepat guna,” ujarnya.
Selain peningkatan penghimpunan, BAZNAS Kaltim juga mencatat capaian dalam pengelolaan kelembagaan.
Hasil audit syariah Inspektorat Kementerian Agama RI mencatat kepatuhan syariah sebesar 81,82 atau kategori baik, transparansi 82,25 atau transparan, serta efektivitas penyaluran 73,95 atau cukup efektif.
Dalam audit keuangan, BAZNAS Kaltim memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut, yakni 2023, 2024 dan 2025.
Indeks Zakat Nasional BAZNAS Kaltim juga meningkat dari 0,52 pada 2024 menjadi 0,9 pada 2025.
Sejumlah penghargaan turut diraih, antara lain implementasi dan pengguna SiMBA terbaik pada 2023. Kemudian implementasi SiMBA terbaik dan pengguna Menara Masjid Pengumpulan Terbaik pada 2024.
Pada 2025, BAZNAS Kaltim kembali meraih penghargaan Aset Fundraising Terbaik, Kantor Digital Terbaik dan Pengguna Menara Masjid Pengumpulan Terbaik.
Capaian tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rakorda dan BAZNAS Strategic Development (BSD) se-Kaltim 2026.
Kegiatan yang berlangsung 10-13 Agustus 2026 di Hotel Harris Samarinda tersebut diikuti 47 peserta dari BAZNAS Provinsi Kaltim dan BAZNAS kabupaten/kota se-Kaltim.
Pembukaan kegiatan dijadwalkan berlangsung di Pendopo Odah Etam, kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Agenda tersebut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Ketua BAZNAS RI, sejumlah narasumber nasional serta perwakilan BAZNAS kabupaten/kota.
Sejumlah narasumber dari tingkat pusat turut dijadwalkan hadir, di antaranya Prof. Dr. H. Abu Rohmad, M.Ag., Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI; Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si., GRCE, Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri RI serta KH Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si., Wakil Ketua BAZNAS RI.
Hadir pula Hj. Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Organisasi, Kelembagaan dan Pembinaan Daerah, serta H. Idy Muzayyad, S.HI., M.Si., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan dan Pemberdayaan sekaligus Pembina Wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
Di sisi lain, masa bakti pimpinan BAZNAS Kaltim periode 2022-2026 akan berakhir pada 30 Desember 2026. Pimpinan periode tersebut dilantik pada 30 Desember 2021.
Proses penjaringan pimpinan BAZNAS Kaltim untuk masa bakti 2027-2031 juga telah dimulai melalui panitia seleksi yang ditetapkan berdasarkan surat keputusan.
Ahmad Nabhan menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim, BAZNAS RI, para muzaki, mitra kerja dan masyarakat yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengelolaan zakat di Kalimantan Timur.
“Semoga semua langkah yang kami ambil mendapat ridho Allah SWT. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Provinsi Kaltim, BAZNAS RI, seluruh muzaki, mitra kerja dan masyarakat yang telah mendukung. Semoga zakat yang kita kelola menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya,” katanya.

Rakorda dan BSD BAZNAS se-Kaltim 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kualitas penghimpunan, pengelolaan dan pendistribusian zakat agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.













