119 CPNS Ditjenpas Kaltim-Kaltara Ditempa, Tempuh Long March 42,8 Kilometer

Para CPNS Ditjenpas Kaltim-Kaltara bersiap mengikuti long march sejauh 42,8 kilometer dalam rangka pembinaan fisik dan pembareta

TENGGARONG, nusantaranews.info– Sebanyak 119 CPNS Tahun Anggaran 2025 di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mengikuti pembinaan fisik dan pembaretan, Jumat (07/08/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Lapas Kelas IIA Tenggarong tersebut mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Integritas Tinggi, Disiplin dan Ketahanan Fisik ASN dalam Menunjang Pemasyarakatan Bermanfaat bagi Masyarakat.”

Kegiatan diawali apel yang dipimpin Kepala Kanwil Ditjenpas Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, S.H., M.H bersama para kepala UPT Pemasyarakatan Samarinda- Tenggarong.

Setelah apel, para peserta mengikuti long march dari Lapas Tenggarong menuju Lapas Narkotika Samarinda di kawasan Bayur. Jarak yang harus ditempuh mencapai 42,8 kilometer.

Panitia menyiapkan 10 titik pos istirahat untuk mendukung perjalanan peserta. Rombongan ditargetkan tiba di Samarinrrda pada Minggu (09/08) pagi.

Dari 119 peserta, sebanyak 80 orang merupakan laki-laki dan 39 orang perempuan. Mereka berasal dari CPNS golongan II/a dan golongan III di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Baca Juga  Kapolda Kaltim Sambut Presiden Jokowi di Bandara Nusantara, Awali Peninjauan Fasilitas Kesehatan di IKN

Endang mengatakan, pembinaan fisik dan pembaretan menjadi bagian dari pembekalan sebelum para CPNS turun dan mengabdi penuh kepada masyarakat.

“Kita bersama teman-teman Kakanwil Kaltim dan Kaltara bersepakat untuk meningkatkan fisik, integritas dan kedisiplinan sebelum adik-adik kita ini turun dan mengabdi penuh kepada masyarakat,” kata Endang.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan fisik. Para CPNS juga ditempa agar memiliki jiwa patriotisme dan integritas dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

“Kita memberikan bekal agar mereka mempunyai jiwa patriotisme yang baik, integritas yang baik, dan menjadi pejuang-pejuang untuk pemasyarakatan ke depan,” ujarnya.

Endang menegaskan, pembaretan bukan sekadar kegiatan seremonial. Para peserta harus merasakan proses dan perjuangan sebelum mengenakan baret serta seragam sebagai bagian dari insan pemasyarakatan.

“Sekarang mereka merasakan bahwa memakai baret dan seragam itu membutuhkan perjuangan. Dengan perjuangan yang sungguh-sungguh, nantinya mereka bisa kembali mengabdi untuk pemasyarakatan,” tegasnya.

Ia berharap pengalaman selama pembinaan fisik menjadi bekal ketika para ASN baru menjalankan tugas di lapangan.

Baca Juga  Dewan Harap Perekrutan Guru di Kaltim Perlu Pemerataan di Semua Sekolah

“Harapan utama kita, ketika mereka berada di lapangan, mereka mempunyai jiwa patriotisme, melaksanakan tugas sesuai SOP, sesuai perintah dan sesuai regulasi yang ada. Disiplinnya tinggi dan mereka selalu siap ditempa dalam keadaan apa pun,” jelas Endang.

Endang juga memastikan seluruh peserta telah mendapatkan penempatan sejak masih berstatus CPNS. Pada Jumat pagi, mereka telah dilantik sebagai ASN sebelum mengikuti rangkaian pembekalan.

“Penempatannya sudah semua. Ketika menjadi CPNS, mereka sudah mendapatkan penempatan. Tadi pagi juga sudah kita lantik sebagai ASN,” katanya.

Menurut Endang, kegiatan tersebut menjadi pembekalan agar para ASN baru memahami dan menjalankan tugas berdasarkan aturan, regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Kegiatan ini merupakan pembekalan untuk mereka agar nantinya bekerja sesuai aturan, regulasi dan SOP yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam menjalankan tugas, para ASN juga akan berpedoman pada arahan pimpinan, termasuk arahan Presiden, Menteri dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

Baca Juga  GMPK Kukar Garda Terdepan Berantas Korupsi Di Daerah

“Yang pertama adalah arahan dari Bapak Menteri, arahan dari Bapak Presiden. Kemudian ada 15 arahan dari Bapak Menteri dan 21 perintah harian dari Bapak Dirjen,” pungkasnya.

Melalui pembinaan fisik dan pembaretan tersebut, para CPNS diharapkan tidak hanya memiliki ketahanan fisik, tetapi juga integritas, disiplin dan mental yang kuat sebagai bekal menjalankan tugas pemasyarakatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Penulis: manEditor: Nng