SAMARINDA, nusantaranews.info — Puluhan siswa-siswi Kelas 1.1 hingga 1.5 Sekolah Dasar Muhammadiyah 4 Samarinda mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outing activity) di Perpustakaan Kota Samarinda yang beralamat di Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda pada Senin (24/11/2025). Kegiatan ini didampingi para ustaz/ustazah serta orang tua murid.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan yang bertujuan memperkenalkan perpustakaan, menumbuhkan minat baca, serta mengenalkan berbagai jenis koleksi dan layanan literasi.
Disambut Pustakawan dan Belajar Mengenal Perpustakaan
Setiba di ruang layanan, para siswa disambut oleh pustakawan Lily. Dengan ceria, ia membuka sesi perkenalan melalui tanya jawab.

Ketika ditanya apakah mereka pernah berkunjung ke perpustakaan, sebagian siswa menjawab sudah pernah saat TK, sementara lainnya belum pernah.
Lily kemudian memberikan materi pengenalan perpustakaan. Ia menjelaskan bahwa perpustakaan dibagi menjadi lima jenis:
1. Perpustakaan Nasional — hanya satu di tiap negara. Di Indonesia berada di Jakarta, Jalan Merdeka Selatan, di depan Monas.
2. Perpustakaan Umum — dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat.
3. Perpustakaan Sekolah — koleksi bukunya khusus menunjang pembelajaran.
4. Perpustakaan Khusus — milik lembaga tertentu seperti dinas, bank, atau organisasi, dengan koleksi khas sesuai kebutuhan lembaga.
5. Perpustakaan Digital — dapat diakses menggunakan komputer, tablet, atau HP. Samarinda juga memiliki layanan digital bernama I-Samarinda dengan koleksi bahan baca cukup banyak.
Ia juga menjelaskan perbedaan pemustaka sebagai pengguna perpustakaan dan pustakawan sebagai petugas pengelola perpustakaan.
Fungsi Perpustakaan dan Ajakan Menjadi Anggota
Lily menegaskan bahwa perpustakaan tidak hanya tempat meminjam buku, tetapi juga sebagai tempat rekreasi.
“Di sini ada playground untuk anak-anak dan ruang multimedia,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau seluruh siswa untuk menjadi anggota perpustakaan.

Petugas kemudian membacakan tata tertib, yaitu tas harus dititipkan, membawa alat tulis, menjaga suara, tidak makan dan minum di area layanan, serta merawat buku dengan baik.
Usai menerima materi, para siswa diajak keliling perpustakaan untuk observasi langsung ke berbagai ruang layanan.

Koordinator Kelas I, Ustazah Aini, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari outing activity sekolah.
“Tujuan kegiatan ini untuk lebih suka membaca. Ini baru pengenalan, nanti setelah kembali ke sekolah para siswa akan mereview kembali,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan menyenangkan. Anak-anak tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian untuk mengenal lebih dekat dunia literasi.(man)













