MPLS Ramah, SDN 012 Samarinda Utara Tanamkan Disiplin dan Cinta Sekolah Sejak Hari Pertama

Kepala SDN 012 Samarinda Utara, Erna Ekawati, bersama peserta didik baru pada kegiatan MPLS 2026/2027.

SAMARINDA, nusantaranews.info – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri 012 Samarinda Utara, jl PM Noor dilaksanakan dengan mengedepankan konsep ramah anak. Selama lima hari pelaksanaan, sejak 13 – 17 Juli 2026 sekolah memfokuskan kegiatan pada pengenalan lingkungan belajar, pembentukan karakter, hingga menumbuhkan rasa percaya diri siswa baru.

Kepala SDN 012 Samarinda Utara, Erna Ekawati. S.Pd mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung tema ramah sesuai arahan pemerintah. Kegiatan tersebut bertujuan membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan tanpa adanya praktik perpeloncoan.

“Tujuan MPLS tahun ini adalah mengenalkan lingkungan sekolah kepada anak-anak, mulai dari guru, ruang kelas, hingga lingkungan sekitar sekolah. Semua dilakukan dengan suasana yang ramah agar mereka merasa nyaman sejak hari pertama,” ucapnya kepada media nusantaranews.info, Rabu. ( 15/07/2026).

Baca Juga  Kawal Aksi 21 April, Polda Kaltim Utamakan Pendekatan Persuasif

Menurut Erna, sekolah telah membentuk tim khusus MPLS sekaligus tim anti-bullying untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan bebas dari kekerasan.

“Setiap sekolah sudah memiliki tim anti-bullying. Kami memastikan selama MPLS tidak ada perpeloncoan ataupun tindakan yang mengarah pada kekerasan. Anak-anak harus merasa senang, ceria, dan nyaman selama mengikuti masa pengenalan sekolah,” tegasnya.

Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Disiplin, tanggung jawab, kemandirian, hingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi karakter utama yang dibangun sejak awal.

Sekolah juga memberikan perhatian khusus kepada siswa kelas I yang masih merasa takut atau menangis saat pertama kali masuk sekolah. Seluruh guru kelas dilibatkan dalam tim MPLS dan bersiaga mendampingi siswa di lokasi kegiatan.

Baca Juga  Si Jago Merah Amuk Pasar Segiri Samarinda, 40 Bangunan Terdampak

“Kalau ada anak yang masih takut atau menangis, guru langsung memberikan pendampingan dan menenangkan mereka agar cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah,” katanya.

Antusiasme orang tua juga terlihat selama pelaksanaan MPLS. Sekolah masih memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendampingi anak selama tiga hari pertama sebagai bagian dari proses adaptasi.

“Orang tua boleh menunggu selama tiga hari pertama, terutama bagi siswa kelas I yang masih membutuhkan pendampingan. Setelah pembelajaran aktif dimulai, anak-anak diharapkan sudah lebih mandiri,” jelasnya.

Dalam menumbuhkan budaya belajar, sekolah mulai mengenalkan literasi sejak hari-hari awal melalui pojok baca yang tersedia di setiap kelas. Siswa diajak membaca buku sesuai kemampuan mereka sebagai langkah awal membangun kebiasaan membaca.

Baca Juga  Rakoorda 2024: BAZNAS Samarinda Tingkatkan Sinergi dan Optimalisasi Pengelolaan Zakat

Erna berharap, setelah mengikuti MPLS seluruh peserta didik baru memiliki rasa cinta terhadap sekolah, lebih percaya diri, serta siap mengikuti proses pembelajaran sehingga mampu meraih prestasi di masa mendatang.

Penulis: ManEditor: nng