SAMARINDA.nusantaranews.info – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Pendampingan Program Strategis Kementerian Pertanian untuk Mencapai Target Swasembada Pangan melalui penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Kegiatan yang mengusung konsep modernisasi pertanian berbasis teknologi tersebut berlangsung di Aula Gedung Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu (22/07/2026).
Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur, H. Fahmi Himawan, S.T., M.T., serta dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Pi., Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., Kepala Balai Besar Perakitan Modernisasi Tanam Padi (BRMP Padi), Kepala Kanwil Bulog Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, perwakilan PT Pupuk Indonesia, kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, kepala UPTD, koordinator penyuluh, penyuluh pertanian, hingga Brigade Pangan.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur, Dr. Ahmad Subhan, M.Sc., mengatakan rakor ini menjadi momentum menyatukan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program strategis Kementerian Pertanian.
Menurutnya, keberhasilan penerapan PM-AAS membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga para petani.
“Kami mengumpulkan seluruh stakeholder daerah untuk memetakan kesanggupan masing-masing wilayah. Target total 7.125 hektare akan dibagi kepada 10 kabupaten dan kota sesuai potensi yang dimiliki masing-masing daerah agar pelaksanaannya lebih terarah dan terukur,” terangnya.

Ia menjelaskan, penerapan sistem pertanian modern akan difokuskan pada lahan sawah eksisting dan kawasan potensial guna meningkatkan produktivitas melalui mekanisasi, penggunaan benih unggul, serta pendampingan intensif kepada petani.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur, H. Fahmi Himawan, S.T., M.T., menjelaskan program PM-AAS menjadi strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mengejar target produksi 70.000 ton beras sekaligus mengurangi defisit kebutuhan beras daerah yang masih mencapai sekitar 188.000 ton.
Optimalisasi lahan seluas 7.125 hektare akan dilakukan melalui pengaturan pola tanam yang lebih rapat, penggunaan benih unggul, pemenuhan sarana produksi pertanian (saprodi), serta penerapan teknologi pertanian modern. Dengan langkah tersebut, produktivitas lahan ditargetkan meningkat menjadi 10 ton per hektare, dari rata-rata produksi saat ini yang masih berkisar 5 hingga 6 ton per hektare.
“Jika target ini bisa kita lakukan di area sasaran, maka Kaltim bisa memproduksi 70.000 ton beras. Ini luar biasa untuk memangkas gap kekurangan kebutuhan beras kita,” kata Fahmi.

Dari sisi pemerintah pusat, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr. Muhammad Amin, S.Pi., M.Pi., menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan dukungan alat serta mesin pertanian modern.
Menurutnya, Kementerian Pertanian telah membentuk 70 Brigade Pangan yang ditempatkan di wilayah penerima program optimalisasi lahan (oplah) dan cetak sawah, seperti Kutai Timur, Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Berau. Seluruh brigade tersebut dibekali alat dan mesin pertanian (alsintan) modern guna meningkatkan indeks pertanaman.
“Melalui perbaikan struktur penanaman pada lahan oplah, kita dorong agar frekuensi tanam yang tadinya satu kali bisa meningkat menjadi dua hingga tiga kali. Alsintan yang diberikan harus bergerak aktif di lapangan,” tegas Dr. Muhammad Amin

Rangkaian rakor diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan dan laporan Kepala BRMP Kalimantan Timur, serta pembukaan resmi oleh Kepala DPTPH Provinsi Kalimantan Timur.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Penerapan Teknologi Pertanian Modern melalui metode Advanced Agricultural System (PM-AAS), sesi diskusi, serta penandatanganan Kesepakatan Target Kinerja PM-AAS Tahun 2026 antara DPTPH Provinsi Kalimantan Timur, BRMP Kalimantan Timur, dan Direktorat Irigasi Kementerian Pertanian.
Selain itu, kepala dinas pertanian dari Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Paser, Berau, dan daerah lainnya memaparkan kesiapan masing-masing wilayah dalam mendukung target percepatan tanam.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, Brigade Pangan, dan petani, program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.













