BAZNAS Kaltim Luncurkan Program Z-Chicken, Salurkan Bantuan Usaha Rp700 Juta untuk 35 Pelaku UMKM

Ketua BAZNAS Kaltim Ahmad Nabhan menyerahkan bantuan usaha Program Z-Chicken kepada salah seorang penerima manfaat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp700 juta untuk 35 pelaku UMKM.

SAMARINDA, nusantaranews.info – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur resmi meluncurkan Program Z-Chicken melalui seremoni kick off di Kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda, Rabu (22/07/2026). Program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat tersebut menyasar 35 pelaku usaha mikro di Kota Samarinda.

Peresmian Program Z-Chicken ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama perwakilan instansi terkait yang hadir, disaksikan seluruh tamu undangan. Pada kesempatan itu, BAZNAS Kaltim juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada salah seorang penerima manfaat sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program.

Rangkaian peluncuran turut dimeriahkan dengan demo memasak ayam goreng yang diperagakan oleh dua peserta penerima manfaat. Demo tersebut menampilkan proses pengolahan produk yang nantinya dipasarkan kepada masyarakat sekaligus menjadi gambaran kesiapan para peserta setelah mengikuti pelatihan yang difasilitasi BAZNAS Kaltim.

Sebanyak 35 pelaku usaha mikro menerima bantuan dengan total nilai Rp700 juta yang bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) para muzaki. Masing-masing penerima memperoleh bantuan senilai Rp20 juta, terdiri atas Rp10 juta untuk penyediaan gerobak beserta perlengkapan usaha, seperti kompor, wajan, dan peralatan memasak, serta Rp10 juta sebagai modal awal pembelian bahan baku, mulai dari ayam, tepung, bumbu, hingga kemasan produk.

Baca Juga  Rini Ismawati, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Kembangkan Kebun Mandiri di Samarinda

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, mengatakan Program Z-Chicken merupakan inovasi pemberdayaan ekonomi mustahik yang diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

“Program Z-Chicken kami hadirkan untuk membantu masyarakat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarganya. Harapannya, usaha ini dapat berkembang sehingga penerima manfaat mampu memenuhi kebutuhan hidup, termasuk biaya pendidikan anak-anak mereka,” ujar Ahmad Nabhan.

Ia menjelaskan, BAZNAS Kaltim menerima sekitar 40 pendaftar. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi, sebanyak 35 orang dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan.

“Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta. Separuhnya digunakan untuk penyediaan gerobak dan perlengkapan usaha, sedangkan sisanya menjadi modal awal pembelian bahan baku agar usaha dapat langsung berjalan,” jelasnya.

Selain bantuan modal, seluruh penerima manfaat juga mengikuti pelatihan selama dua hari yang mencakup teknik pengolahan produk, pengemasan, hingga strategi pemasaran.

“Peserta kami bekali pelatihan mulai dari cara mengolah produk, pengemasan hingga strategi pemasaran. Jadi, mereka tidak hanya menerima modal, tetapi juga memiliki pengetahuan agar usahanya bisa berkembang dan berkelanjutan,” katanya.

Sebagai bentuk pendampingan lanjutan, BAZNAS Kaltim juga akan memfasilitasi proses sertifikasi halal bagi seluruh pelaku usaha Z-Chicken melalui kerja sama dengan lembaga terkait.

“Kami juga akan mendampingi proses sertifikasi halal sehingga masyarakat semakin yakin terhadap kualitas dan kehalalan produk yang dipasarkan,” tambahnya.

Baca Juga  Pimpinan DPRD Kaltim Kecewa Terhadap Pernyataan Anies Baswedan Mengenai IKN

Program Z-Chicken untuk sementara baru dilaksanakan di Kota Samarinda. Namun, BAZNAS Kaltim membuka peluang memperluas program tersebut ke kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur setelah dilakukan evaluasi.

“Kalau hasil evaluasinya baik dan usahanya berkembang, tentu program ini akan kami perluas ke daerah lain. Bahkan, BAZNAS RI juga akan menjalankan program serupa melalui BAZNAS Kota Samarinda bagi 15 penerima manfaat,” ungkapnya.

Salah seorang penerima manfaat, Tutik Suprarti, mengaku bersyukur mendapat bantuan gerobak usaha dari BAZNAS Kaltim. Perempuan yang telah berjualan selama 25 tahun itu selama ini menggunakan etalase kaca sederhana untuk menjual nasi kuning, aneka sayur, gorengan, dan bihun di kawasan Lempake Jaya, Gunung Kapur 2, Samarinda.

” Selama ini saya hanya memakai etalase kaca biasa. Sekarang mendapat bantuan gerobak dari BAZNAS, tentu sangat membantu untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.

Menurut Tutik, proses pendaftaran hingga dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan berjalan mudah.

“Alhamdulillah prosesnya tidak sulit. Saya mendaftar, kemudian ada pengumuman dan dinyatakan diterima,” katanya.

Meski bantuan yang diterima bukan dalam bentuk uang tunai, ia menilai seluruh fasilitas usaha yang diberikan akan sangat membantu meningkatkan pendapatan keluarganya.

Baca Juga  Sidang Perdana di MK, Pilkada Kukar Berpotensi Diulang

“Walaupun bukan berupa uang, saya sangat bersyukur karena bantuan ini nantinya juga menjadi modal untuk mencari rezeki. Semoga usaha saya lancar dan kalau ada keuntungan lebih, insyaallah ingin saya sisihkan untuk bersedekah. Terima kasih kepada BAZNAS atas bantuan ini,” tutupnya.

Peluncuran Program Z-Chicken turut dihadiri unsur pimpinan BAZNAS Kalimantan Timur, perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yakni Biro Kesejahteraan Rakyat dan Biro Perekonomian Setdaprov Kaltim, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim, Dinas Kesehatan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, LPPOM MUI, BPOM Samarinda, BAZNAS Kota Samarinda, jajaran Bankaltimtara, Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PT Berkah Kuliner Semesta sebagai mitra program.