MPLS SDN 005 Samarinda Ulu Berjalan Lancar, Edukasi Antiperundungan Jadi Perhatian

Kepala SDN 005 Samarinda Ulu, Sumaryanto, S.Pd, menyematkan kartu identitas kepada siswa baru saat pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.

SAMARINDA, nusantaranews.info – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 005 Samarinda Ulu resmi berakhir. Selama lima hari pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan pedoman Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Sekolah memastikan peserta didik baru siap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh mulai pekan depan.

Kepala SDN 005 Samarinda Ulu, Sumaryanto, S.Pd, mengatakan tahun ajaran ini sekolah kembali menerima empat rombongan belajar (rombel) untuk peserta didik kelas I. Target penerimaan siswa baru pun tetap terpenuhi.

“Kebetulan tahun ini kami SDN 005 Jalan Dr. Soetomo, Kecamatan Samarinda Ulu, setiap tahun menerima empat rombongan belajar atau empat kelas. Alhamdulillah tahun ini masih bisa terpenuhi,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).

Ia menjelaskan, materi MPLS telah diberikan sejak hari pertama hingga hari kelima sesuai edaran Kemendikdasmen.

“Alhamdulillah hari ini hari terakhir MPLS. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar sesuai dengan edaran maupun juknis yang ada,” katanya.

Antusiasme peserta didik baru selama mengikuti MPLS juga cukup tinggi. Bahkan pada hari pertama, sejumlah orang tua turut hadir mendampingi dan menyaksikan kegiatan pembukaan.

Pada kesempatan itu, sekolah menerima kunjungan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur. Kehadiran BPMP Kaltim sekaligus untuk menjadi pembina upacara pada hari pertama MPLS.

Baca Juga  Sidang Gugatan Perlawanan Erny Aguswati Hartojo Digelar di PN Samarinda

“Orang tua kami persilakan melihat jalannya apel. Karena lokasi sekolah tidak terlalu luas, kami mengatur agar orang tua berada di lantai dua sehingga pelaksanaan MPLS tetap berjalan lancar sesuai juknis,” jelas Sumaryanto.

Usai MPLS, seluruh siswa dijadwalkan mulai mengikuti pembelajaran secara penuh pada Senin mendatang. Menurut Sumaryanto, sekolah telah menyiapkan seluruh perangkat pembelajaran, termasuk penyampaian jadwal kepada orang tua melalui wali kelas.

“Insyaallah hari Senin nanti siswa sudah siap mengikuti proses pembelajaran secara penuh. Kami menerapkan dua shift, pagi dan siang. Guru sudah siap, informasi kepada orang tua juga sudah kami sampaikan jauh hari, termasuk jadwal pelajaran yang telah dibagikan oleh wali kelas masing-masing,” tuturnya.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, materi pencegahan perundungan (bullying) menjadi perhatian utama selama MPLS. Edukasi tersebut disampaikan baik saat kegiatan di kelas maupun pada apel pembukaan.

“Baik pembina upacara maupun saya selaku kepala sekolah menyampaikan pentingnya memahami bahwa perundungan atau bullying sangat tidak kita inginkan. Perundungan sangat merugikan dan berdampak negatif,” tegasnya.

Baca Juga  Harga Tiket Pesawat Mahal Menuju atau dari Kab.Berau Mahasiswa Gelar Aksi Demonstrasi

Ia menambahkan, edukasi mengenai bahaya perundungan akan terus diberikan melalui wali kelas, guru kelas maupun guru mata pelajaran.

“Kami terus memberikan edukasi kepada murid melalui wali kelas maupun guru bidang studi agar benar-benar menyampaikan kepada siswa mengenai risiko daripada bullying,” ujarnya.

Terkait penanganan kasus perundungan, Sumaryanto mengakui sekolah telah memiliki tim khusus “Satgas Sekolah Aman dan Nyaman”

Pada tahun ajaran ini, SDN 005 Samarinda Ulu menerima 107 siswa baru yang terbagi ke dalam empat rombongan belajar. Masing-masing kelas diisi sekitar 26 hingga 27 siswa.

“Kalau dibanding tahun lalu memang sedikit mengalami penurunan. Tahun ini ada 107 siswa baru. Per kelas sekitar 26 sampai 27 siswa. Meskipun standar 28 siswa per kelas, alhamdulillah jumlah itu sudah tercapai,” jelasnya.

Secara keseluruhan, jumlah peserta didik di SDN 005 Samarinda Ulu saat ini diperkirakan mencapai sekitar 670 siswa, meski masih dapat berubah karena adanya mutasi siswa.

Sekolah juga ditetapkan sebagai sekolah rujukan inklusif. Dalam pelaksanaannya, SDN 005 Samarinda Ulu menerima peserta didik berkebutuhan khusus sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski belum memiliki Guru Pendamping Khusus (GPK), pendampingan sementara dilakukan oleh wali kelas yang telah mengikuti pelatihan pendidikan inklusif.

Baca Juga  Seno Aji Paparkan Etika Politik Cerdas dan Santun Kepada Mahasiswa Fisip Unmul

“Memang kami belum memiliki guru pendamping khusus. Namun ada beberapa guru yang sudah mengikuti pelatihan. Ke depan kami akan memprioritaskan agar lebih banyak guru mengikuti pelatihan Guru Pendamping Khusus,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Sumaryanto berharap pelaksanaan MPLS terus disempurnakan agar benar-benar menjadi masa transisi yang menyenangkan bagi anak-anak dari jenjang PAUD menuju sekolah dasar.

“Anak-anak tidak serta-merta begitu masuk SD langsung belajar, tetapi harus melalui masa transisi. Kalau masih ada kekurangan tahun ini, tentu tahun depan bisa kita perbaiki lagi,” pungkasnya.

Penulis: man