SAMARINDA. nusantaranews.info – Prediksi Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda, Rachmad Tri Raharjo, terbukti tepat. Timnas Spanyol sukses menjuarai Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang disaksikan bersama sekitar 700 warga binaan melalui kegiatan nonton bareng (nobar) di Rutan Kelas I Samarinda, Senin dini hari (20/07/2026).
Kegiatan nobar tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, beserta jajaran dan sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rutan se-Kalimantan Timur.
Menanggapi hasil pertandingan, Rachmad mengaku prediksinya bukan berdasarkan keyakinan mutlak, melainkan analisis sederhana terhadap kekuatan kedua tim.

“Sebenarnya hanya spekulasi saja. Saya melihat tim Spanyol tentu sudah memahami pola permainan Argentina yang masih menjadikan Lionel Messi sebagai ujung tombak serangan. Hal itu terbukti di lapangan, Argentina cukup kewalahan menghadapi tekanan dan serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Spanyol sejak awal hingga akhir pertandingan,” ujarnya.
Menurut Rachmad, antusiasme warga binaan mengikuti nobar sangat tinggi. Selain menjadi hiburan, momen final Piala Dunia yang hanya digelar empat tahun sekali menjadi pengalaman berharga bagi mereka.
“Mereka sangat antusias karena ini merupakan event dunia yang hanya berlangsung empat tahun sekali. Apalagi kegiatan nobar seperti ini sangat jarang dilaksanakan di rutan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada ajang olahraga lainnya,” katanya.
Lebih jauh, Rachmad menilai kegiatan nobar memiliki nilai pembinaan yang penting karena mampu mempererat hubungan antara petugas dan warga binaan.
“Manfaatnya adalah memupuk rasa kekeluargaan antara petugas dan warga binaan. Bagaimanapun mereka telah lama berpisah dari keluarga selama menjalani masa pidana sehingga tidak bisa menikmati momen seperti ini bersama orang-orang terdekat. Karena itu kami menghadirkan kegiatan ini agar mereka dapat terhibur sekaligus menumbuhkan rasa saling menghargai antara warga binaan dan petugas,” jelasnya.
Ia menegaskan, meski dikemas dalam suasana santai dan penuh kebersamaan, petugas tetap menjalankan tugas pemasyarakatan secara profesional, mulai dari penegakan disiplin hingga pembinaan bagi seluruh warga binaan.
Pria yang pernah menjabat sebagai Karutan di Trenggalek, Jawatimur ini pun mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma negatif kepada warga binaan.
“Masyarakat perlu mengetahui bahwa tidak semua orang yang berada di dalam rutan adalah orang jahat, begitu pula tidak semua yang berada di luar adalah orang baik. Mereka hanya pernah tersesat, namun belum terlambat untuk bertaubat dan kembali menjadi manusia yang bermartabat,” tuturnya.
Kegiatan nobar final Piala Dunia 2026 berlangsung aman, tertib, dan penuh keakraban. Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan yang humanis untuk memperkuat hubungan antara petugas dan warga binaan serta menghadirkan suasana positif di lingkungan pemasyarakatan.













