DPRD Samarinda Tekankan Pentingnya Edukasi KB Sejak Sebelum Menikah

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, dr. Hj. Sri Pujiastuti.

SAMARINDA.nusantaranews.info–Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, dr. Hj. Sri Pujiastuti, menilai sosialisasi program keluarga berencana (KB) perlu dilakukan sejak pasangan masih berstatus calon pengantin. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perencanaan keluarga.

Sri Puji mengatakan, pelaksanaan program KB yang dilakukan pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Menurutnya, sosialisasi tidak cukup dilakukan setelah masyarakat memiliki anak. Edukasi sebaiknya dimulai sejak pasangan akan menikah sehingga mereka memiliki pemahaman mengenai perencanaan keluarga.

“Harusnya mulai dari saat catin. Mulai saat catin, nanti ke posyandu, saat di puskesmas, saat dia mau menikah itu sudah harus disosialisasikan,” kata dr. Hj. Sri Pujiastuti saat ditemui di Kantor DPRD Kota Samarinda, Rabu (19/08/2026).

Baca Juga  Anggaran UMKM Samarinda 2026 Nol Rupiah, DPRD Kritik Komitmen Pemkot Majukan Pelaku Usaha

Ia menjelaskan, calon pasangan perlu mendapatkan informasi mengenai berbagai pilihan kontrasepsi, baik metode jangka pendek maupun jangka panjang. Dengan informasi yang cukup, masyarakat dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kondisi keluarga.

Ia mengakui tingkat partisipasi masyarakat dalam program KB masih perlu ditingkatkan. Meskipun sosialisasi telah dilakukan di berbagai titik, tidak semua masyarakat langsung bersedia mengikuti program tersebut.

“Masih rendah lah ini. Kesertaan atau keikutsertaan masyarakat terhadap pentingnya ber-KB,” katanya.

Menurutnya, tantangan tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan. Edukasi harus dilakukan melalui berbagai jalur pelayanan masyarakat agar informasi mengenai KB dapat diterima secara luas.

Baca Juga  Abdul Khairin:Tana Toraja Potensi Pariwisata Baru yang Diusulkan oleh Pansus DPRD Kota Samarinda

Sri Puji juga menjelaskan bahwa program KB merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya di daerah melibatkan perangkat terkait. Dukungan alat kontrasepsi dan insentif tertentu juga berkaitan dengan program dari pemerintah pusat.

Namun, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat kontrasepsi. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan angka kepesertaan. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah bersama fasilitas kesehatan dan kader masyarakat untuk memperkuat edukasi sejak sebelum pernikahan.

Menurut Sri Puji, perencanaan keluarga perlu dipahami sebagai bagian dari persiapan kehidupan rumah tangga. Dengan edukasi yang dilakukan sejak awal, masyarakat diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih matang terkait jumlah anak, jarak kelahiran, serta pilihan kontrasepsi.

Baca Juga  Dipimpin Subandi, DPRD Samarinda Laksanakan Rapat Banmus

Ia berharap program KB di Samarinda ke depan tidak hanya mengejar angka kepesertaan, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga.

Penulis: Nng