Komisi IV DPRD Samarinda Dorong Penguatan PAUD untuk Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, dr. Hj. Sri Puji Astuti.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Komisi IV DPRD Kota Samarinda menilai pendidikan anak usia dini (PAUD) harus menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Penguatan layanan PAUD dinilai menjadi fondasi penting dalam mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun yang mulai mendapat perhatian pemerintah pusat.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, dr. Hj. Sri Puji Astuti, mengatakan pembangunan karakter anak harus dimulai sejak usia dini melalui lingkungan keluarga, kemudian diperkuat melalui pendidikan di satuan PAUD sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

“Kalau pembangunan SDM ingin berhasil, akarnya ada di keluarga. Setelah itu dilanjutkan di PAUD agar anak-anak memiliki karakter, kemandirian, dan kesiapan sebelum masuk SD,”terangnya pada Rabu,15/07/2026.

Menurutnya, pendidikan usia dini bukan sekadar membekali anak dengan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan bersosialisasi, serta kesiapan mental dalam menghadapi lingkungan pendidikan yang baru. Karena itu, PAUD memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berkualitas.

Baca Juga  Rendahnya Minat Parkir Berlangganan, DPRD Samarinda Usulkan Skema Cicilan dan Diskon

Sri Puji menilai kebijakan wajib belajar 13 tahun merupakan langkah yang positif. Namun, implementasinya harus diiringi dengan dukungan anggaran yang memadai, khususnya bagi sektor PAUD yang selama ini dinilai masih kurang mendapatkan perhatian.

“Anggaran untuk PAUD harus diperkuat. Jangan hanya fokus pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karena pembentukan karakter justru dimulai sejak usia dini,” katanya.

Ia mengungkapkan, jumlah PAUD negeri di Kota Samarinda masih sangat terbatas. Dari ratusan lembaga PAUD yang beroperasi, hanya sekitar 15 merupakan PAUD negeri, sedangkan lebih dari 250 lainnya dikelola oleh pihak swasta yang juga memerlukan pembinaan dari pemerintah.

Baca Juga  Komisi IV DPRD Samarinda Minta Penanganan Stunting Gunakan Satu Data

“PAUD negeri kita hanya sekitar 15. Sementara yang swasta jumlahnya lebih dari 250. Mereka juga perlu pembinaan agar kualitas layanan pendidikannya terus meningkat,” jelasnya.

Selain peningkatan sarana dan prasarana, Komisi IV DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pendidik PAUD. Menurutnya, kualitas guru menjadi faktor utama dalam membentuk karakter anak pada masa emas pertumbuhannya.

“Kita sedang menyiapkan SDM masa depan. Kalau kualitas pendidiknya tidak diperhatikan, bagaimana kita bisa menghasilkan generasi yang unggul,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Samarinda berharap Pemerintah Kota Samarinda memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pengembangan PAUD melalui peningkatan anggaran, pembinaan lembaga pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Baca Juga  Banmus DPRD Samarinda Bahas Agenda Mei dan Sinkronisasi Raperda dengan Pemkot

Langkah tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Penulis: Nng