DPRD Kaltim Luncurkan Program Digitalisasi Pendidikan untuk Tingkatkan Akses dan Kualitas Belajar

Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Anggota DPRD Kaltim, Syarifatul Syadiah menyatakan bahwa kini DPRD Kalimantan Timur meluncurkan langkah strategis dalam dunia pendidikan dengan menghadirkan program digitalisasi pendidikan.

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi para guru dan siswa, terutama yang berada di daerah-daerah terpencil, agar dapat memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran dengan lebih efektif.

Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa program ini mencakup distribusi seribu laptop untuk guru di daerah terpencil serta pemasangan seribu titik WiFi di daerah yang tidak memiliki akses internet.

Menurutnya, fasilitas ini akan sangat membantu para pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efisien dan dapat menjangkau lebih banyak siswa.

Baca Juga  Samsun Ajak Pemuda Kaltim Manfaatkan Sektor Pertanian untuk Berwirausaha

“Anak-anak di daerah terpencil harus memiliki akses yang sama. Untuk mendapatkan pendidikan berkualitas, dan teknologi akan menjadi kunci untuk membuka peluang itu,” ungkapnya, pada Kamis (05/12/2024).

Selain distribusi perangkat teknologi, Syarifatul juga menekankan pentingnya perubahan metode mengajar dengan memanfaatkan media digital. Ia menyebut bahwa teknologi akan memberikan berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pelaksanaan ujian berbasis komputer yang semakin umum digunakan di sekolah-sekolah.

“Kami ingin anak-anak di Kaltim siap menghadapi tantangan pendidikan global. Teknologi adalah bagian penting dari kesiapan tersebut,” lanjutnya.

Baca Juga  Tiyo Dukung Rencana Alih Fungsi Gedung Dispora Kaltim Jadi Museum

Dengan semakin banyaknya sekolah yang mengimplementasikan pembelajaran berbasis digital, para siswa akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

“Jika kita ingin anak-anak kita bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional, maka kita harus memberikan mereka fasilitas yang memadai, termasuk akses ke teknologi,” tandasnya.

Terakhir, ia berharap, program digitalisasi pendidikan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga pada pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah provinsi, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam dunia pendidikan.

Penulis: Has

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *