KUTIM.nusantaranews.info – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengajak seluruh kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menjaga soliditas organisasi dan menghindari dualisme kepengurusan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) IX DPC GMNI Kutim di Ruang Panel DPRD Kutim, Jumat (10/07/2026).
Dalam sambutannya, Mahyunadi menegaskan organisasi kemahasiswaan memiliki peran penting sebagai ruang pembinaan kader dan pencetak calon pemimpin masa depan. Karena itu, ia mengingatkan agar dinamika organisasi tidak berubah menjadi konflik internal yang justru menghambat proses kaderisasi.
“Esensi berorganisasi bukan untuk menciptakan dualisme ataupun perpecahan, tetapi menjadi tempat melahirkan generasi baru yang siap membangun bangsa dan daerah,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Kutim itu mengatakan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan organisasi. Namun setelah seluruh mekanisme dan forum selesai dilaksanakan, seluruh kader diharapkan kembali bersatu untuk menjalankan keputusan yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, energi organisasi seharusnya diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah, bukan dihabiskan untuk persoalan internal.
“Jangan lagi terjebak dalam dualisme. Fokus organisasi harus diarahkan pada pengabdian kepada masyarakat dan kemajuan daerah,” katanya.
Mahyunadi menilai keberadaan organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam memberikan gagasan, kritik, dan masukan terhadap berbagai kebijakan pembangunan.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mendorong diversifikasi ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata, UMKM, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar tidak bergantung pada sektor pertambangan.
Karena itu, menurutnya, pemerintah membutuhkan organisasi mahasiswa yang solid sehingga komunikasi dan kolaborasi dapat berjalan secara efektif.
“Mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah. Pemikiran-pemikiran yang konstruktif sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Kutai Timur,” ucapnya.
Selain itu, Mahyunadi juga menyinggung perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan, termasuk rencana peningkatan fasilitas di Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Sangatta sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi di Kutai Timur.
Ia berharap Konfercab IX GMNI Kutim menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus melahirkan kepengurusan yang mampu menjaga persatuan, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.
“Selamat melaksanakan Konfercab. Semoga lahir kepengurusan yang solid, mampu mencetak kader terbaik, dan memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Kutai Timur,” pungkasnya.













