Ir.Elnatan Pasambe Luruskan Isu Longsor di Proyek Terowongan Samarinda

Anggota Komisi III DPRD Samarinda,Ir Elnatan Pasambe M.Si.

SAMARINDA.nusantaranews.info – Proyek Terowongan Samarinda yang sempat menjadi sorotan publik akibat munculnya kekhawatiran terkait kondisi lereng di sekitar lokasi pembangunan mendapat tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Samarinda,Ir Elnatan Pasambe M.Si.

Menurutnya kondisi yang selama ini disebut sebagai longsor oleh sebagian masyarakat perlu dipahami dari sudut pandang teknis konstruksi. Ia menegaskan bahwa proses penggalian dan pembentukan lereng pada proyek berskala besar memang memerlukan penyesuaian tertentu untuk mencapai kondisi yang aman dan stabil.

Sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan teknik, ia menjelaskan bahwa tanah lepas secara alami akan membentuk kemiringan tertentu hingga mencapai titik keseimbangan.

Baca Juga  Novan Minta Dishub Samarinda Tingkatkan Pengawasan Kabel LPJU di Sejumlah Ruas Jalan Protokol

“Tanah yang lepas itu akan membentuk kemiringannya sendiri. Secara umum bisa membentuk sudut sekitar 45 derajat atau satu banding satu. Itu merupakan kondisi yang normal secara teknis,” jelasnya pada Jum’at 05/06/2026.

Ia menuturkan, langkah yang dilakukan kontraktor dengan memperlebar atau menambah area galian pada bagian tertentu justru bertujuan untuk meningkatkan keamanan lereng. Dengan kemiringan yang lebih stabil, risiko terjadinya longsor yang dapat membahayakan konstruksi maupun masyarakat sekitar dapat diminimalkan.

Meski demikian, Elnatan mengingatkan bahwa faktor air tetap menjadi salah satu aspek yang harus mendapat perhatian serius. Tanah yang mengandung air dalam jumlah besar atau mengalami kejenuhan akan lebih rentan mengalami pergerakan dibandingkan tanah dalam kondisi kering.

Baca Juga  Arif Kurniawan Ingatkan Jangan Ada Saling Lempar Tanggung Jawab dalam Proyek Terowongan Samarinda

Karena itu, sistem drainase di sekitar lokasi proyek menjadi komponen penting yang harus berfungsi secara optimal. Menurutnya, pengelolaan aliran air yang baik akan membantu menjaga stabilitas lereng selama proses pembangunan berlangsung.

Ia juga memastikan Komisi III DPRD Samarinda terus melakukan pemantauan terhadap proyek terowongan yang menjadi salah satu infrastruktur strategis tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan ketentuan teknis yang berlaku.

“Kami terus memantau perkembangan proyek. Yang penting semua pekerjaan dilakukan sesuai kaidah teknis sehingga hasilnya aman dan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Penulis: Nng