UNU Kaltim Transformasikan Kulit Buah Naga Jadi Produk Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal di Posyandu Lily

UNU Kalimantan Timur melakukan terobosan dalam pemanfaatan limbah pangan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

SAMARINDA.nusantaranews.info— Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Timur melakukan terobosan penting dalam pemanfaatan limbah pangan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).

Bersama Posyandu Lily, tim dosen UNU Kaltim berhasil mengolah limbah kulit buah naga menjadi berbagai produk inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis sumber pangan lokal. Program ini digelar sepanjang Oktober 2025 di Posyandu Lily, Perumahan Bumi Rindang Luhur, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.

Kegiatan ini didukung pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2025. Program hibah kompetitif tersebut disalurkan melalui BIMA pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan Posyandu Lily sebagai mitra utama.

Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga untuk Peningkatan Gizi Masyarakat

Ketua pelaksana kegiatan, Pratiwi Jati Palupi, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari kebutuhan meningkatkan kualitas PMT bagi anak-anak dan ibu hamil. Selama ini, sebagian besar PMT bergantung pada bahan pangan pabrikan, sementara banyak potensi pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga  Seno Aji Ikuti Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Ke-78 Th di Gor Gelora Kadrie Oening

“Kulit buah naga memiliki kandungan yang hampir sama dengan daging buahnya, seperti karbohidrat, protein, serat, vitamin, serta antioksidan tinggi. Potensi ini sangat besar untuk difungsikan sebagai sumber pangan lokal PMT,” terang Pratiwi.

Ia menambahkan, sejumlah riset menunjukkan bahwa antioksidan pada kulit buah naga bahkan lebih tinggi dibandingkan buahnya. Hal tersebut menjadi dasar kuat bagi tim untuk mengembangkan berbagai olahan pangan yang sehat, aman, dan sesuai standar Permenkes terkait PMT.

Beragam Produk Inovasi dari Kulit Buah Naga

Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan, tim UNU Kaltim bersama para kader Posyandu Lily berhasil memproduksi sejumlah inovasi pangan yang menarik, di antaranya:

  • Biskuit kulit buah naga
  • Pancake
  • Jus dan seduhan kulit buah naga
  • Pudding
  • Selai
  • Yogurt berbahan kulit buah naga

Seluruh produk dikembangkan dengan memperhatikan cita rasa, kandungan gizi, hingga keamanan pangan agar dapat diterima oleh anak balita maupun ibu hamil.

Baca Juga  Polres Mahulu Sukses Gelar Bakti Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat Dalam Momentum Hari Bhayangkara ke-79

Kader Posyandu: Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Ketua Kader Posyandu Lily, Ibu Nanik, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan UNU Kaltim. Menurutnya, pemanfaatan kulit buah naga sebagai bahan PMT bukan hanya inovatif, tetapi juga strategis dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Ini membantu kami menyediakan PMT yang lebih bergizi sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitar mereka. Produk-produk ini juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap makanan instan dari luar,” ungkap Nanik.

Ia berharap inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan diperluas ke kelompok ibu-ibu PKK serta posyandu lain di wilayah Samarinda.

Mengurangi Limbah, Meningkatkan Gizi

Selain fokus pada peningkatan gizi masyarakat, program ini juga menjadi solusi pengelolaan limbah rumah tangga. Pratiwi menegaskan bahwa pemanfaatan kulit buah naga secara langsung turut mengurangi timbunan limbah organik yang biasanya terbuang percuma.

“Ini adalah bentuk nyata penguatan ketahanan pangan rumah tangga. Dengan memanfaatkan limbah yang masih bernutrisi, kita bukan hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghemat kebutuhan bahan baku untuk PMT,” tegasnya.

Baca Juga  Warga Antusias Ikut Jalan Santai Santai Bersama Polres Mahulu, Disertai Pembagian Doorprize

UNU Kaltim berharap produk-produk inovasi ini dapat menjadi contoh pemanfaatan pangan lokal di berbagai posyandu lain, sekaligus membuka peluang usaha kecil berbasis rumah tangga.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gizi, kesehatan, dan pemanfaatan limbah, transformasi kulit buah naga ini diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang berdampak bagi kesehatan anak bangsa.

Penulis: Nng