Raker Perdana FSI Samarinda, Savate Kaltim Siapkan Kejurprov dan Open Tournament

Ket.foto: Jajaran pengurus Federasi Savate Indonesia (FSI) Kota Samarinda dan FSI Kalimantan Timur berfoto bersama usai pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) perdana yang digelar di Aula Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Samarinda, Sabtu malam (09/05/2026).

SAMARINDA, nusantaranews.info — Federasi Savate Indonesi (FSI) Kota Samarinda menggelar rapat kerja (Raker) perdana pada Sabtu malam (09/05/2026) di Aula Rumah Jabatan Ketua DPRD Kota Samarinda. Mengusung tema “Prestasi untuk Samarinda Semakin Maju”, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan kepengurusan sekaligus persiapan pengembangan cabang olahraga prestasi Savate di Kota Tepian dan Kalimantan Timur.

Rapat kerja ini dihadiri jajaran pengurus FSI Kota Samarinda, pengurus FSI Kalimantan Timur, para atlet, serta sejumlah tamu undangan. Kegiatan tersebut juga secara resmi dibuka oleh perwakilan KONI Kota Samarinda.

Perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Ishariyanto, menegaskan pentingnya kelengkapan administrasi, keamanan, dan keselamatan atlet dalam setiap penyelenggaraan pertandingan olahraga.

Menurutnya, rekomendasi dari KONI dan Disporapar menjadi syarat penting dalam pengurusan izin keramaian dari kepolisian.

“Pihak kepolisian tidak akan mengeluarkan izin keramaian apabila tidak ada rekomendasi dari KONI dan Disporapar Kota Samarinda,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan tim medis dalam cabang olahraga bela diri dan full contact seperti Savate.

“Keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama. Jangan pernah abai terhadap tim medis karena penyelenggaraan kegiatan olahraga juga memiliki konsekuensi hukum,” tegasnya.

Selain itu, Ishariyanto mendorong Savate agar mulai diperkenalkan di lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Baca Juga  FKMS Prov. Kaltim Siap Melayani Seluruh Warga Sulawesi Di Kaltim

“Savate harus mulai dikenalkan kepada anak-anak sekolah. Bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan agar menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler,” katanya.

Ketua FSI Kota Samarinda, Rico Swandana, menjelaskan perkembangan Savate di Samarinda dimulai sejak tahun 2023 dan kepengurusan resmi terbentuk pada 2024.

Ia menyebut seluruh persyaratan untuk bergabung di bawah KONI Kota Samarinda kini telah lengkap, mulai dari data atlet hingga sekretariat.

“Alhamdulillah sekarang semua persyaratan sudah lengkap, atlet ada, sekretariat ada, dan tahun ini kami bisa melaksanakan Rakerda dengan susunan yang benar-benar matang,” ujarnya.

Rico juga mengungkapkan prestasi atlet Savate Samarinda yang telah tiga kali meraih gelar juara umum pada kejuaraan di Paser, Balikpapan, dan Bontang.

Dalam rapat kerja tersebut, pihaknya turut membahas persiapan menghadapi berbagai agenda kejuaraan mendatang, termasuk Kejuaraan Provinsi dan Open Tournament Piala Wali Kota.

Sementara itu, Sekretaris Umum FSI Kalimantan Timur, Muhammad Azzam, mengatakan secara umum kesiapan cabang olahraga Savate di Samarinda maupun tingkat provinsi terus dimatangkan agar menjadi olahraga prestasi yang diperhitungkan di Indonesia.

Menurutnya, sebagian besar persyaratan administrasi untuk bergabung sebagai cabang olahraga di bawah KONI Kota Samarinda telah diserahkan dan diterima.

Baca Juga  Ditjenpas–Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi di HBP ke-62

“Untuk syarat Rakercab atau Rakarda sendiri baru kali ini kami laksanakan, sehingga tinggal tahapan itu saja yang belum. Sementara data atlet, kepengurusan, dan administrasi lainnya semuanya sudah kami siapkan sejak jauh hari,” jelasnya.

Azzam mengungkapkan, FSI Kaltim juga tengah menyiapkan Kejurprov Pra-Savate pertama di Samarinda sekaligus Open Tournament yang direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.

Kejuaraan tersebut nantinya akan diikuti peserta dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, mengingat Federasi Savate kini telah terbentuk di seluruh daerah.

“Alhamdulillah, Samarinda menjadi daerah terakhir yang melaksanakan Rakarda,” katanya.

Dalam upaya memperkenalkan Savate kepada masyarakat, pengurus FSI Kaltim terus mendorong seluruh pengcab aktif melakukan sosialisasi melalui sekolah-sekolah dan pesantren.

Menurut Azzam, Savate kini mulai berkembang di sejumlah daerah seperti Kutai Barat, Bontang, Balikpapan, hingga Samarinda.

“Rata-rata pengembangan dan promosi Savate saat ini memang bergerak dari sekolah ke sekolah, mulai tingkat SMP hingga SMA,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejak terbentuk di tingkat provinsi pada 2024, minat masyarakat terhadap Savate terus meningkat. Bahkan sebelum resmi menjadi anggota KONI, FSI Kaltim telah sukses menggelar tiga kali Kejuaraan Provinsi dan bersiap memasuki kejuaraan keempat.

Baca Juga  Harun Al Rasyid Sebut Raperda Trantibumlinmas Sangat Penting

Selain aktif di tingkat daerah, atlet-atlet Savate Kaltim juga telah mengikuti sejumlah kejuaraan nasional di Bali dan Bandung, serta dijadwalkan tampil pada kejuaraan di Palembang dan Bali dalam waktu dekat.

Azzam menjelaskan, Savate merupakan cabang olahraga bela diri full contact asal Perancis yang menggabungkan teknik pukulan dan tendangan, mirip kickboxing maupun muay thai.

Namun yang menjadi ciri khas adalah penggunaan sepatu khusus serta filosofi budaya Perancis yang melekat pada olahraga tersebut.

“Savate berasal dari bahasa Perancis yang berarti sepatu. Karena itu atlet menggunakan jersey singlet, celana panjang slim fit, dan sepatu khusus sebagai identitas utama olahraga ini,” tutupnya.

Penulis: manEditor: nng