KUKAR, nusantaranews.info – Tragedi kembali terjadi di Sungai Mahakam. Sebuah perahu yang ditumpangi empat karyawan PT Astiku Sakti dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di wilayah Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin malam (5/1) sekitar pukul 19.30 WITA.
Perahu tersebut diketahui digunakan para pekerja untuk pulang usai beraktivitas. Namun nahas, di tengah perjalanan perahu mengalami gangguan teknis hingga akhirnya karam dan tenggelam di sungai yang dikenal memiliki arus kuat tersebut.
Dari empat penumpang, tiga orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara satu korban lainnya, Rizky Tri Handoko (39), hingga kini masih belum ditemukan dan dinyatakan hilang.

Laporan kejadian baru diterima Pos SAR Samarinda pada Selasa pagi (6/1) pukul 06.50 WITA dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Samarinda langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Pencarian dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian perkara (LKP) hingga sepanjang hilir Sungai Mahakam. Tim SAR gabungan menerapkan metode V-search dengan mengerahkan berbagai alat utama (alut) air untuk memperluas area pencarian.

Namun hingga sore hari, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada hari berikutnya.
Koordinator Pos SAR Samarinda, Datu Mardi Sianturi, mengatakan bahwa tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Selain arus sungai yang cukup deras, keberadaan binatang buas seperti buaya juga menjadi perhatian serius dalam operasi SAR.
“Pencarian hari pertama sudah kami laksanakan secara maksimal, namun korban belum ditemukan. Kami akan melanjutkan pencarian besok dengan penyesuaian strategi, tentunya dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, KSOP, Damkar, pihak perusahaan, relawan gabungan Samarinda, masyarakat setempat, hingga keluarga korban yang turut menunggu kabar di lokasi.
Hingga kini, harapan masih menggantung di Sungai Mahakam. Tim SAR terus berupaya menemukan korban secepat mungkin di tengah tantangan alam yang tidak mudah.













