Parenting Education SDN 018 Sebulu: Sinergi Kuat Sekolah dan Orang Tua untuk Anak yang Lebih Baik

ket. foto: Kepala SDN 018 Sebulu Nonok Widyanto, narasumber Ustaz Machnun Uzni, S.I.Kom, Pengawas TK-SD Kecamatan Sebulu Subagiyati, bersama para guru dan wali murid kelas 1, berfoto bersama usai kegiatan Smart Parenting Education, Selasa (5/8/2025)

KUTAI KARTANEGARA, nusantaranews.info – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 018 Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menggelar kegiatan Smart Parenting Education dengan tajuk “Guru Edukatif, Orang Tua Aktif, Siswa Kreatif”. Program ini difokuskan bagi orang tua siswa kelas 1 sebagai bagian dari langkah awal membangun kolaborasi pendidikan antara rumah dan sekolah.

Sebanyak 94 wali murid hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya datang untuk mendengarkan, tetapi juga untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman seputar pengasuhan anak di era digital. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Samarinda, Ustaz Machnun Uzni, S.I.Kom, seorang pendakwah sekaligus pendiri Sahabat Misykat Indonesia (SMI).

Kepala SDN 018 Sebulu, Nonok Widyanto, mengatakan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh minimnya komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah, yang kerap menimbulkan miskomunikasi hingga salah paham.

“Kadang ada anggapan pungutan sekolah itu liar, padahal bisa jadi hanya kurang komunikasi. Maka, kami ingin membangun jembatan antara sekolah dan wali murid, agar tidak ada lagi kesalahpahaman,” ungkapnya, Selasa,(05/08/2025).

Nonok menegaskan bahwa tujuan pendidikan tak akan bisa tercapai hanya dengan peran tunggal sekolah. Keterlibatan orang tua adalah syarat mutlak.

Baca Juga  Upacara Pembukaan FLS2N, O2SN, dan OSN Tingkat SD/MI Kecamatan Samarinda Ulu

“Mendidik anak adalah tugas bersama. Di sekolah, anak diasuh guru. Di rumah, orang tua bertanggung jawab. Keduanya harus selaras,” tambahnya.

Dalam sesi utama, Ustaz Machnun Uzni menyampaikan bahwa pola pengasuhan saat ini tidak bisa disamakan dengan masa lalu. Menurutnya, tantangan zaman telah berubah drastis, terutama dengan kehadiran teknologi dan media digital dalam kehidupan anak-anak.

“Anak tumbuh di rumah, berkembang di sekolah, dan dibesarkan oleh lingkungan. Maka pengasuhan hari ini harus mencakup ketiganya. Rumah, sekolah, dan lingkungan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Ia memaparkan beberapa prinsip utama dalam pengasuhan masa kini:

  1. Kolaborasi Tiga Pilar – Orang tua, sekolah, dan masyarakat harus saling mendukung.
  2. Membersamai Anak Sesuai Zaman – Orang tua harus ikut belajar dan berkembang bersama anak.
  3. Orang Tua Terus Belajar – Perlu pemahaman tentang perkembangan psikologis, sosial, dan tantangan digital anak.
  4. Pendidikan Karakter di Sekolah – Sekolah harus mengajarkan adab, etika, dan moral, bukan hanya akademik.

Salah satu topik yang paling disorot adalah persoalan gadget. Machnun menegaskan bahwa larangan total terhadap gadget bukanlah solusi. Yang dibutuhkan adalah pengawasan cerdas dan keterbukaan komunikasi.

Baca Juga  Dr. Chelda Yuliana, M.Pd: Tantangan Utama Sekolah Terpadu Ada di Kompetensi Bahasa Inggris

“Orang tua bisa batasi waktu screen time, gunakan aplikasi kontrol, dan yang terpenting: jalin komunikasi dua arah dengan anak. Jangan biarkan mereka merasa harus sembunyi-sembunyi dari orang tua,” katanya.

Subagiyati, S.Pd, pengawas TK dan SD Kecamatan Sebulu yang turut hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah.

“Ini kegiatan yang sangat luar biasa. Semoga ada keberlanjutan. Pendidikan tak akan maksimal jika hanya sekolah yang bekerja. Harus ada sinergi dengan orang tua dan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa bahkan sekolah yang terbaik pun akan gagal jika orang tua bersikap pasif atau lingkungan tidak mendukung.

Salah satu peserta, Toyyiba Rahmawati, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini. Ia merasa semakin mengerti pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak.

“Dari kegiatan ini, saya sadar kalau mendisiplinkan anak itu proses, bukan instan. Kami juga batasi anak bermain HP dengan mengikutkan mereka ke kegiatan positif seperti les dan mengaji,” jelasnya.

Baca Juga  IKN Pindah ke Kaltim, Sapto Harap Pelayanan di Bandara Sepinggan Balikpapan Ditingkatkan Lagi

Ibu dari tiga anak ini berharap kegiatan parenting seperti ini bisa terus diadakan secara berkala.

“Kami sebagai orang tua butuh ilmu juga. Kalau bisa berlanjut, tentu sangat bermanfaat,” ujarnya.

Kegiatan Smart Parenting Education di SDN 018 Sebulu ini menjadi bukti bahwa sinergi pendidikan bukan hanya slogan. Ketika sekolah dan orang tua saling membuka diri, tujuan besar pendidikan karakter dan prestasi bisa digapai bersama.

Dengan pendekatan kolaboratif dan partisipatif seperti ini, SDN 018 Sebulu memberi contoh nyata bahwa pendidikan yang berhasil selalu dimulai dari rumah dan dikuatkan di sekolah.

Redaksi: nusantaranews.info
Reporter: man