SAMARINDA.nusantaranews.info– DPRD Samarinda menilai program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda telah menunjukkan hasil positif, terutama dalam pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan akademik siswa dari keluarga kurang mampu.
Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Muhammad Novan Syahronny Pasie, A.Md., mengatakan perkembangan para siswa dalam satu tahun terakhir menunjukkan perubahan yang cukup signifikan, baik dari sisi kedisiplinan maupun capaian belajar.
Novan mengaku terkesan dengan perkembangan tersebut, meskipun sebagian besar peserta didik berasal dari kelompok masyarakat desil 1 dan 2 atau kategori ekonomi terbawah.
“Perkembangan karakter mereka cukup terasa. Disiplin siswa terlihat lebih baik dan kemampuan akademiknya juga berkembang,” katanya, Sabtu (20/06/2026).
Ia juga menyoroti komposisi tenaga pengajar yang didominasi guru-guru muda hasil rekrutmen nasional oleh Kementerian Sosial. Para pengajar tersebut merupakan lulusan baru atau fresh graduate yang direkrut dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurutnya, proses seleksi tidak dibatasi secara kewilayahan, melainkan terbuka secara nasional dengan syarat utama berlatar belakang pendidikan yang sesuai.
“Karena ini program kementerian, rekrutmen dilakukan secara nasional. Jadi guru-gurunya berasal dari berbagai daerah, tidak harus warga Samarinda,” jelasnya.
Meski sebagian tenaga pendidik belum memiliki pengalaman mengajar yang panjang, Novan menilai mereka tetap mampu menjalankan peran pembinaan dengan baik sehingga berdampak pada perkembangan siswa.
Di sisi lain, Kalimantan Timur mendapat jatah empat Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat yang tersebar di Samarinda, Kutai Kartanegara, Berau, serta satu wilayah lainnya di Kaltim.
Khusus di Samarinda, pembangunan sekolah permanen dilakukan di kawasan Palaran setelah Pemerintah Kota Samarinda menghibahkan lahan kepada Kementerian Sosial.
Saat ini, pembangunan fisik sekolah tersebut telah berjalan dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Pembangunan saat ini sudah dilakukan oleh Kementerian PUPR. Harapan saya, hadirnya Sekolah Rakyat ini dapat memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah,” pungkasnya.













