Anak Kuli Bangunan Raih Predikat Ati Trengginas Akpol

Prestasi Adnan Kasweri menjadi bukti kesempatan yang setara dalam rekrutmen Polri.

SEMARANG.nusantaranews.info– Latar belakang keluarga tak pernah menjadi batas bagi seseorang untuk menggapai cita-cita. Semangat itulah yang tercermin dari perjalanan Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, yang berhasil meraih predikat Ati Trengginas pada Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan ke-58/Batalyon Ksatriya Hawin Sarwahita di Semarang, Jumat (10/07/2026).

Penghargaan Ati Trengginas diberikan kepada taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Adnan mencatatkan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan sebesar 93,64, mengantarkannya menjadi salah satu lulusan terbaik dari 282 calon perwira remaja Polri yang menyelesaikan pendidikan tahun ini.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam upacara penutupan pendidikan yang dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, di Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian, Semarang.

Baca Juga  Febrie Adriansyah Mundur, Kejagung Pastikan Kinerja Jampidsus Tetap Berjalan

Perjalanan Adnan menuju Akpol dimulai melalui proses seleksi berjenjang sejak 2023, mulai dari tingkat Panitia Daerah di Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga Panitia Pusat yang diselenggarakan SSDM Polri.

Di balik keberhasilannya, terdapat dukungan sang ayah, Sudaryo, yang bekerja sebagai kuli bangunan dan terus memberikan semangat meski di tengah keterbatasan ekonomi.

“Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan,” ujar Sudaryo.

Adnan mengaku sempat merasa minder karena profesi ayahnya sebagai buruh harian. Namun, motivasi yang diberikan para pimpinan Polri saat proses seleksi mengubah rasa kurang percaya dirinya menjadi tekad untuk menunjukkan kemampuan terbaik.

Baca Juga  Jenderal Sigit Turun Gunung Jadi Wasit, Sorotan Utama Kapolri Cup 2025

“Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya,” kata Adnan.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi titik balik yang membuatnya semakin yakin bahwa latar belakang keluarga bukan menjadi penentu keberhasilan seseorang dalam meraih cita-cita. Kesempatan yang diberikan kepada seluruh peserta seleksi dinilainya sama, selama mampu menunjukkan kemampuan, integritas, dan prestasi.

Kisah Adnan menjadi gambaran bahwa kesempatan untuk menjadi anggota Polri terbuka bagi seluruh putra-putri bangsa tanpa memandang kondisi sosial maupun ekonomi keluarga.

Melalui sistem rekrutmen yang mengedepankan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH), Polri menegaskan komitmennya memberikan peluang yang setara bagi setiap peserta untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga  DPP PJS Tegas Berantas Wartawan Bodrex, Pemerasan Tak Ditoleransi

Prestasi yang diraih Adnan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Indonesia agar terus berjuang meraih impian melalui kerja keras, disiplin, dan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.