SITUBONDO.nusantaranews.info – Jalan tol bukan sekadar hamparan aspal yang menghubungkan kota demi kota, tetapi menjadi urat nadi yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi.
Untuk memastikan proyek strategis nasional berjalan sesuai target, Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Tol Prosiwangi) ruas Gending–Besuki di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Jumat (10/07/2026).
Peninjauan dilakukan usai Wapres mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muncar, Banyuwangi. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan percepatan penyelesaian infrastruktur yang akan memperkuat konektivitas di Jawa Timur sekaligus memperlancar arus logistik, mobilitas masyarakat, dan akses menuju Pulau Bali.
Tol Prosiwangi merupakan bagian dari jaringan jalan tol Trans Jawa yang menghubungkan Jakarta hingga wilayah paling timur Pulau Jawa. Keberadaannya diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya distribusi logistik, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sepanjang koridor tol.
Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwantono, menjelaskan pembangunan ruas Gending–Besuki sepanjang 49,7 kilometer telah mencapai progres konstruksi 100 persen sejak April 2026. Saat ini, proyek memasuki tahapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) sebelum dapat dioperasikan secara komersial.
“Wapres mengapresiasi proyek yang telah mencapai 100 persen ini dan berharap ruas ini segera mendapatkan persetujuan laik operasi agar dapat segera dimanfaatkan,” ujar Rivan Purwantono.
Ia menambahkan, dalam peninjauan tersebut Wapres juga memberikan masukan terkait pengembangan konektivitas menuju Banyuwangi melalui sejumlah alternatif jalur yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
“Wapres memberikan masukan terkait percepatan pembangunan serta alternatif jalur menuju Banyuwangi, termasuk melalui Bondowoso dan Jember yang dinilai lebih baik, karena Jember adalah pusat perekonomian di wilayah Jawa Timur ini,” katanya.
Tol Prosiwangi ruas Gending–Besuki ditargetkan mulai beroperasi pada semester kedua 2026, sehingga dapat dimanfaatkan menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Sebelumnya, ruas tersebut sempat difungsikan tanpa tarif selama arus mudik dan balik Lebaran pada Maret hingga April 2026.
Selama masa fungsional tersebut, keberadaan jalan tol mampu memangkas waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki dari sekitar dua jam melalui Jalur Pantura menjadi sekitar satu jam 15 menit. Setelah keseluruhan proyek Tol Prosiwangi tersambung hingga Banyuwangi, waktu tempuh Probolinggo–Banyuwangi diperkirakan berkurang dari sekitar lima jam menjadi tiga jam.
Selain mengurangi kepadatan di jalan nasional, tol ini juga diproyeksikan menjadi koridor utama yang menghubungkan kawasan industri, sentra produksi, destinasi wisata, hingga Pelabuhan Ketapang sebagai pintu gerbang penyeberangan Jawa–Bali.
Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di wilayah timur Jawa Timur.
Dalam peninjauan itu, Wapres turut didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Suwardi.













