Tiyo Imbau Masyarakat Kaltim Waspada Investasi Bodong Dan Pinjol

Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listyono.

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS- Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono menghimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) yang muncul di media sosial. Sebab sudah banyak yang menjadi korban.

“Sekarang banyak modus yang muncul, seperti tawaran Investasi bodong dan Pinjol. Masyarakat jangan mudah tergiur dengan kemudahan dan kecepatan pencairan dana karena bisa jadi kebiasaan buruk. Kita juga harus memperhatikan berapa pendapatan,” kata Tiyo sapaan akrabnya.

Baca Juga  DPD Golkar Samarinda Berbagi Ribuan Takjil di Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriyah

Politikus Partai Golkar ini menyebutkan bahwa, sudah banyak masyarakat di beberapa daerah bahkan termasuk di yang sudah terjebak dengan investasi bodong dan Pinjol.

Bahkan, ungkap Tiyo, sebagian besar dari mereka juga menjadi korban penipuan.

“Salah satu indikator investasi bodong yaitu modal kecil, tapi hasilnya besar dan waktunya singkat,” ujarnya.

DPRD terutama komisi II, tegas Tiyo, akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjol yang kerap kali muncul di platform Android.

Baca Juga  Kemasi Liu Gugat Koperasi DSM, Sebut Rapat Fiktif Jadi Alat Ambil Alih Lahan

“Kami juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) daerah dan aparat penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pinjol dan investasi bodong. Kami harap masyarakat tidak mudah tertipu dan melaporkan jika ada yang mencurigakan,” tegasnya. (Usm)

Tiyo Imbau Masyarakat Kaltim Waspada Investasi Bodong Dan Pinjol

Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listyono.

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS- Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono menghimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) yang muncul di media sosial. Sebab sudah banyak yang menjadi korban.

“Sekarang banyak modus yang muncul, seperti tawaran Investasi bodong dan Pinjol. Masyarakat jangan mudah tergiur dengan kemudahan dan kecepatan pencairan dana karena bisa jadi kebiasaan buruk. Kita juga harus memperhatikan berapa pendapatan,” kata Tiyo sapaan akrabnya.

Baca Juga  Rakorda BAZNAS Dorong Perolehan Zakat dan Kolaborasi untuk Kesejahteraan Kaltim

Politikus Partai Golkar ini menyebutkan bahwa, sudah banyak masyarakat di beberapa daerah bahkan termasuk di yang sudah terjebak dengan investasi bodong dan Pinjol.

Bahkan, ungkap Tiyo, sebagian besar dari mereka juga menjadi korban penipuan.

“Salah satu indikator investasi bodong yaitu modal kecil, tapi hasilnya besar dan waktunya singkat,” ujarnya.

DPRD terutama komisi II, tegas Tiyo, akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjol yang kerap kali muncul di platform Android.

Baca Juga  Tanggapi Hasil Baik Atlet Difabel Kaltim Pada Paralimpiade Di Solo, Shalehuddin : Semua Pihak Harus Kompak Kedepan

“Kami juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) daerah dan aparat penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pinjol dan investasi bodong. Kami harap masyarakat tidak mudah tertipu dan melaporkan jika ada yang mencurigakan,” tegasnya. (Usm)