Tiyo Imbau Masyarakat Kaltim Waspada Investasi Bodong Dan Pinjol

Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listyono.

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS- Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono menghimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) yang muncul di media sosial. Sebab sudah banyak yang menjadi korban.

“Sekarang banyak modus yang muncul, seperti tawaran Investasi bodong dan Pinjol. Masyarakat jangan mudah tergiur dengan kemudahan dan kecepatan pencairan dana karena bisa jadi kebiasaan buruk. Kita juga harus memperhatikan berapa pendapatan,” kata Tiyo sapaan akrabnya.

Baca Juga  Nama Seno Aji Mencuat Sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Provinsi Kaltim

Politikus Partai Golkar ini menyebutkan bahwa, sudah banyak masyarakat di beberapa daerah bahkan termasuk di yang sudah terjebak dengan investasi bodong dan Pinjol.

Bahkan, ungkap Tiyo, sebagian besar dari mereka juga menjadi korban penipuan.

“Salah satu indikator investasi bodong yaitu modal kecil, tapi hasilnya besar dan waktunya singkat,” ujarnya.

DPRD terutama komisi II, tegas Tiyo, akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjol yang kerap kali muncul di platform Android.

Baca Juga  BK Porprov Squash Kaltim 2025 Resmi Dibuka, Seno Aji Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini

“Kami juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) daerah dan aparat penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pinjol dan investasi bodong. Kami harap masyarakat tidak mudah tertipu dan melaporkan jika ada yang mencurigakan,” tegasnya. (Usm)

Tiyo Imbau Masyarakat Kaltim Waspada Investasi Bodong Dan Pinjol

Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Nidya Listyono.

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS- Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono menghimbau masyarakat agar berhati-hati dengan tawaran investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) yang muncul di media sosial. Sebab sudah banyak yang menjadi korban.

“Sekarang banyak modus yang muncul, seperti tawaran Investasi bodong dan Pinjol. Masyarakat jangan mudah tergiur dengan kemudahan dan kecepatan pencairan dana karena bisa jadi kebiasaan buruk. Kita juga harus memperhatikan berapa pendapatan,” kata Tiyo sapaan akrabnya.

Baca Juga  Ditjenpas–Forkopimda Kaltim Perkuat Sinergi di HBP ke-62

Politikus Partai Golkar ini menyebutkan bahwa, sudah banyak masyarakat di beberapa daerah bahkan termasuk di yang sudah terjebak dengan investasi bodong dan Pinjol.

Bahkan, ungkap Tiyo, sebagian besar dari mereka juga menjadi korban penipuan.

“Salah satu indikator investasi bodong yaitu modal kecil, tapi hasilnya besar dan waktunya singkat,” ujarnya.

DPRD terutama komisi II, tegas Tiyo, akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya investasi bodong dan pinjol yang kerap kali muncul di platform Android.

Baca Juga  Sigit Wibowo Harap Atlet Kaltim Mampu Raih Prestasi Yang Baik di Pomnas 2023

“Kami juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) daerah dan aparat penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pinjol dan investasi bodong. Kami harap masyarakat tidak mudah tertipu dan melaporkan jika ada yang mencurigakan,” tegasnya. (Usm)