Parade Payung Hias Meriahkan Semarak Kemerdekaan di TK ABA 2 Samarinda

Puluhan anak TK ABA 2 Samarinda didampingi orang tua saat mengikuti parade payung hias menyusuri Jalan Pemuda, Senin (31/08/2026), dalam rangkaian Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81.

SAMARINDA, nusantaranews.info– Suasana berbeda terlihat di kawasan Jalan Pemuda, Samarinda, Senin pagi (31/08/2026). Puluhan anak-anak TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 2 Samarinda berjalan ceria sambil membawa payung yang dihias penuh warna.

Didampingi orang tua, anak-anak berparade menyusuri Jalan Pemuda. Mereka tampil mengenakan busana tradisional berbagai daerah dan aneka kostum profesi. Kreativitas anak dan orang tua terlihat dari beragam bentuk serta hiasan payung yang dibawa dalam parade.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang mengusung tema “Merdeka dalam Keceriaan, Tumbuh dalam Kebaikan Bersama Indonesia Maju.”

Parade diawali dari halaman sekolah, menuju ke arah pemuda 3 menuju blok E kemudian berjalan mengelilingi Jalan Pemuda I  dan kembali berakhir di sekolah. Setibanya di sekolah, anak-anak kembali menunjukkan kreativitas mereka melalui peragaan payung hias di atas panggung yang dinilai oleh dewan juri.

Tak hanya parade payung hias, kemeriahan juga diwarnai lomba kreasi makanan tradisional berbahan dasar umbi-umbian. Para ibu dan orang tua tampak sibuk menyiapkan berbagai olahan makanan dengan tampilan menarik dan kreatif.

Baca Juga  Safuad Minta Pemerintah Siapkan Program Alternatif Atasi Bencana El Nino

Kepala TK ABA 2 Samarinda, Linda Anggraini, S.Pd., Gr, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak sejak usia dini.

“Tujuan kegiatan ini yang pertama untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada peserta didik dan seluruh orang tua. Selain itu, untuk mengimplementasikan nilai persatuan, gotong royong dan kebersamaan sejak jenjang pendidikan dasar,” ujar Linda.

Menurutnya, antusiasme anak dan orang tua sangat luar biasa. Hal itu terlihat dari beragam kreasi payung hias serta olahan makanan berbahan umbi-umbian yang ditampilkan.

Linda menyebut, kegiatan tahun ini memiliki sesuatu yang berbeda dibandingkan peringatan sebelumnya. Jika sebelumnya parade lebih banyak menampilkan pakaian adat, kali ini kreativitas tersebut dipadukan dengan payung hias.

“Biasanya karnaval hanya menggunakan pakaian adat, tetapi tahun ini kami menambahkan kreasi payung hias,” katanya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan motivasi sekaligus pengalaman bermakna bagi peserta didik dan orang tua. Saat ini, TK ABA 2 Samarinda memiliki sekitar 60 peserta didik.

Baca Juga  Warga Muara Jawa & Samboja Geruduk PT PHSS, Tuntut Transparansi Rekrutmen

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) Cabang Sungai Pinang, Sri Astuti, S.Pd, mengatakan penilaian parade payung hias tidak hanya melihat kemeriahan tampilan.

Dewan juri menilai sejumlah aspek, mulai dari kreativitas, keindahan, kesesuaian tema dengan HUT RI ke-81, kerapian, penampilan anak, hingga faktor keamanan payung yang digunakan.

“Untuk penilaian parade payung, ada kreativitas, keindahan, kesesuaian tema, kerapian, penampilan anak dan keamanan. Payung tidak boleh membahayakan ketika dibawa anak-anak,” jelas Sri Astuti.

Menurut Sri Astuti, kegiatan tersebut menjadi bentuk kreativitas yang menarik di lingkungan TK ABA 2 Samarinda. Ia juga mengapresiasi keterlibatan orang tua yang turut mendukung kegiatan sekolah.

“Alhamdulillah kami senang, karena di sekolah ABA 2 ini ide kreatifnya selalu ada yang unik. Yang kami tekankan dari yayasan, kegiatan ini tidak memberatkan wali murid, tetapi tetap menjadi keharmonisan antara sekolah dan wali murid,” ungkapnya.

Baca Juga  UNU Kaltim Transformasikan Kulit Buah Naga Jadi Produk Inovasi PMT Berbasis Pangan Lokal di Posyandu Lily

Selain mempererat hubungan sekolah dan orang tua, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk partisipasi dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan Indonesia.

Di bawah payung-payung hias penuh warna, keceriaan anak-anak menjadi gambaran sederhana bagaimana nilai cinta tanah air, kebersamaan dan gotong royong dapat ditanamkan sejak usia dini.

Kegiatan turut dihadiri dewan guru, komite sekolah, para orang tua, serta Umi Kalsum selaku dewan juri lomba parade payung hias dan kreasi makanan berbahan umbi-umbian.

Penulis: manEditor: Nng