TENGGARONG, nusantaranews.info – Persiapan menuju pelaksanaan Erau Adat Kutai Kartanegara 2026 mulai memasuki tahapan penting. Salah satunya ditandai dengan pemasangan dua kepala naga di Museum Mulawarman, Tenggarong, Rabu (19/8/2026).
Pemasangan dua kepala naga tersebut dilakukan oleh Drs. H. Adji Muhammad Arifin, M.Si., Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, sebagai salah satu rangkaian adat sekaligus penanda awal menyambut pelaksanaan Erau 2026.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara, H. Heriansyah, SE., M.Si., mengatakan, dua kepala naga yang dipasang bukan sekadar ornamen atau ukiran. Di balik simbol tersebut terdapat makna budaya dan nilai-nilai yang diwariskan leluhur Kutai.
“Dua kepala naga bukan sekadar ukiran. Ia adalah penjaga keseimbangan, simbol kewaspadaan, dan perisai bagi bumi Kutai,” ujar Heriansyah.
Menurutnya, pemasangan kepala naga juga menjadi bagian dari rangkaian adat yang sarat dengan doa dan harapan. Kehadiran Sultan dalam prosesi tersebut menggambarkan kesinambungan tradisi dan penghormatan terhadap warisan budaya Kutai Kartanegara.
“Dalam setiap sentuhan Sultan Ing Martadipura, terkandung doa leluhur dan harapan agar Erau berjalan penuh berkah, mempersatukan rakyat dalam harmoni serta budaya yang tak pernah pudar,” katanya.
Erau bukan hanya pesta adat, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal, menjaga, dan meneruskan nilai-nilai budaya Kutai kepada generasi berikutnya. Karena itu, pelaksanaan Erau 2026 diharapkan dapat berlangsung dengan penuh kebersamaan dan tetap menjunjung tinggi nilai adat serta budaya.
Pemasangan dua kepala naga di Museum Mulawarman menjadi salah satu penanda dimulainya rangkaian menuju Erau 2026. Momentum tersebut sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut pesta adat terbesar di Kutai Kartanegara dengan semangat persatuan.
“Mari sambut pesta adat terbesar ini dengan hati yang bersatu dan jiwa yang merdeka,” pungkas Heriansyah.













