Dapur MBG Ditutup karena Limbah, Sekolah di Samarinda Ulu Lakukan Evaluasi Berbasis Data

Ket.foto: Wakil Walikota Samarinda H Saefuddin Zuhri, S.E., M.M

SAMARINDA, nusantaranews.info – Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, S.E., M.M angkat bicara terkait penutupan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut, penutupan tersebut berkaitan dengan persoalan pengelolaan limbah yang belum memenuhi standar.

“Penutupan dapur MBG itu ada tim yang melihat dari sisi lingkungan hidup. Informasi yang saya terima, pengolahan limbah atau sampahnya kurang memenuhi syarat yang ditentukan,” ucapnya saat menghadiri acara HUT ke-10 SDN 077 Samarinda Ulu, Kamis (23/04/2026).

Menurutnya, persoalan ini seharusnya menjadi perhatian serius bagi pengelola dapur MBG. Ia menekankan pentingnya penyediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sesuai spesifikasi.

“Ini yang harusnya pihak pengelola bisa membuat instalasi pengolahan air limbah yang sesuai dengan spek yang ditentukan,” tegasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan program MBG di sekolah juga mulai dievaluasi. Kepala SDN 007 Samarinda Ulu, Sri Mulyati, mengungkapkan pihaknya tengah melakukan evaluasi setelah program berjalan selama empat bulan.

Baca Juga  Warga Antusias Ikut Jalan Santai Santai Bersama Polres Mahulu, Disertai Pembagian Doorprize
Kepala Sekolah SDN 007 Samarinda Ulu DR Sri Mulyati S.Pd., M.Pd

“Kami sudah masuk bulan keempat. Saya sebagai kepala sekolah sedang melakukan evaluasi dengan membagikan Google Form kepada orang tua, murid, dan guru. Dari situ nanti akan dianalisis secara berbasis data,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana program MBG berdampak terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa.

“Saya ingin menggali apakah program MBG itu punya korelasi dengan motivasi atau hasil prestasi siswa. Saat ini datanya masih kami olah,” katanya.

Sri Mulyati menegaskan, evaluasi tidak dilakukan di awal pelaksanaan karena dinilai belum representatif.

“Kalau evaluasi di awal itu belum bisa melihat. Jadi saya tunggu minimal tiga bulan berjalan, baru dilakukan evaluasi berbasis data,” ucapnya.

Meski secara umum program berjalan, ia tidak menampik adanya sejumlah keluhan di lapangan, terutama dari tenaga pendidik.

“Keluhan itu memang ada. Dari guru, karena sedikit banyak menyita waktu mengajar. Misalnya harus ambil ompreng dan mengembalikannya,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga masukan dari orang tua terkait kualitas menu makanan.

Baca Juga  Rapat Pleno Ikatan Keluarga Besar Lio Ende Samarinda: Petrus Pelo Terpilih sebagai Ketua Baru Periode 2024-2027

“Ada orang tua yang menyoroti, ini kan bergizi, tapi kok dianggap belum sesuai. Saya sampaikan ke orang tua, kita tetap bersyukur. Tapi kami juga terus memberi masukan agar makanan dibuat lebih bervariasi,” ujarnya.

Pihak sekolah, lanjutnya, aktif berkoordinasi dengan pengelola program untuk meningkatkan kualitas menu tanpa harus menambah beban biaya.

“Kami minta agar menu dibuat lebih variatif supaya siswa tidak bosan, misalnya jangan hanya telur terus, tapi ada kreativitas dari pengelola,” katanya.

Di balik sejumlah catatan tersebut, Sri Mulyati menilai program MBG tetap membawa dampak positif, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Anak-anak yang sebelumnya tidak sarapan jadi terbantu. Paling tidak mereka bisa makan dan lebih semangat,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan adanya inisiatif dari guru dalam mengelola makanan yang tidak habis agar tidak terbuang sia-sia.

“Kalau ada makanan yang tidak dimakan, kadang dikumpulkan oleh guru, lalu diolah kembali supaya lebih terasa. Daripada mubazir,” jelasnya.

Baca Juga  Biochar dari Tandan Kosong Sawit : Langkah Inovatif dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Meski masih terdapat kekurangan, pihak sekolah tetap mengapresiasi program MBG yang digagas pemerintah.

“Kami tetap berterima kasih kepada pemerintah. Program ini pasti ada manfaatnya, walaupun mungkin masih ada yang perlu disempurnakan. Kami di sekolah terus memberikan motivasi agar semua pihak bisa menyikapi ini dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: manEditor: Nng