SAMARINDA, nusantaranews.info — Suasana Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda berlangsung khidmat dan penuh makna. Perayaan ini menjadi momentum berbagi dan menunjukkan semangat humanis di tengah kehidupan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan dimulai pada Jumat (06/06) dengan pelaksanaan salat Id berjamaah yang diikuti oleh petugas lapas dan seluruh WBP. Usai salat, dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban yang menjadi bagian penting dari rangkaian perayaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Agus Dwi Rijanto, A.Md.IP., S.H., M.H., menyampaikan bahwa pada perayaan Idul Adha tahun ini, Lapas menerima total 6 ekor sapi dan 7 ekor kambing dari berbagai pihak yang berkurban.
“Tiga ekor sapi dan empat ekor kambing telah disembelih hari ini khusus untuk warga binaan. Sisanya akan disembelih besok, Sabtu (07/06), dan dagingnya dibagikan kepada pegawai serta masyarakat sekitar,” jelasnya.
Agus juga mengakui bahwa jumlah hewan kurban tahun ini mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya, namun ia tetap bersyukur karena semangat untuk berbagi masih tinggi.
“Alhamdulillah, meski jumlahnya menurun karena efisiensi secara umum, kami tetap bersyukur bisa menghadirkan nuansa kebersamaan dan kepedulian bagi warga binaan,” tambahnya.
Menurut Agus, momentum Idul Adha ini tidak hanya memperkuat spiritualitas para WBP, tetapi juga mempererat hubungan antarsesama, baik di antara warga binaan maupun antara warga binaan dengan petugas lapas.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah direktorat jendral pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kalimantan Timur, Hernowo Sugiastianto, Bc.IP., S.H., M.Si., menyampaikan bahwa secara keseluruhan jumlah hewan kurban yang diterima oleh 13 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mencapai 49 ekor sapi dan 37 ekor kambing.
“Beberapa UPT melaksanakan pemotongan kurban selama dua hari karena keterbatasan waktu dan bertepatan dengan hari Jumat. Rata-rata UPT menerima lima ekor sapi dan tujuh ekor kambing,” jelas Hernowo.
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan kurban ini merupakan bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus bentuk nyata solidaritas sosial.
“Kurban bukan hanya ibadah, tetapi juga wujud kepedulian. Karena itu, daging kurban kami bagikan tidak hanya kepada warga binaan, tetapi juga kepada masyarakat sekitar dan para petugas,” tegasnya.

Dengan semangat Idul Adha yang sarat makna, Lapas Samarinda dan seluruh UPT di bawah naungan Kanwil Dijenpas Kaltim-Kaltara berharap dapat terus menumbuhkan suasana kekeluargaan dan kepedulian, baik di dalam maupun di luar lingkungan pemasyarakatan.













