Kapolresta Samarinda Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026, Soroti Dampak Gejolak Global terhadap Ekonomi

SAMARINDA, nusantaranews.info – Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 sebagai bentuk kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kota Samarinda, Kamis (12/3/2026).

Apel yang digelar tersebut menjadi bagian dari langkah strategis kepolisian bersama instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama momentum Lebaran.

Dalam arahannya, Hendri Umar menegaskan bahwa situasi keamanan nasional saat ini tidak dapat dilepaskan dari dinamika global yang tengah berkembang. Ia menyoroti meningkatnya ketegangan di sejumlah kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah, yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Menurutnya, gejolak tersebut dapat berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia yang pada akhirnya berimbas pada kondisi ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca Juga  Wagub Kaltim Seno Aji Tekankan Pentingnya Konsolidasi Kader Gerindra di Momen Idul Adha

“Jika kondisi global tidak segera stabil, dampaknya bisa terasa pada nilai tukar rupiah, kenaikan harga komoditas, hingga menurunnya daya beli masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas nasional melalui berbagai langkah strategis, baik melalui diplomasi internasional maupun kebijakan ekonomi di dalam negeri.

Indonesia, lanjutnya, juga tetap aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia, termasuk melalui upaya diplomasi terkait konflik Palestina dan Israel serta komunikasi dengan berbagai negara yang terlibat dalam ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga  Wagub Seno Aji: Usia Harapan Hidup Warga Kaltim Naik Jadi 79 Tahun

Di sisi lain, pemerintah juga memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman. Berdasarkan data dari Pertamina, stok BBM dan LPG nasional saat ini masih dalam kondisi mencukupi.

Kapolresta Samarinda pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan.

Selain isu global dan ekonomi, Hendri Umar juga mengingatkan bahwa perayaan Idul Fitri identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama saat arus mudik dan arus balik Lebaran.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.

Melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, jajaran kepolisian bersama instansi terkait diharapkan mampu memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama perayaan Idul Fitri dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif, khususnya di wilayah Samarinda.