JAKARTA.nusantaranews.info – Kenaikan pangkat jabatan Pangdam Jaya dari Mayor Jenderal menjadi Letnan Jenderal memicu wacana penyesuaian struktur jabatan di institusi Polri, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Esa Unggul Jakarta, Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H., menilai bahwa perubahan tersebut seharusnya diikuti dengan penyesuaian pangkat Kapolda Metro Jaya agar tercipta keseimbangan antar institusi negara.
Menurutnya, saat ini jabatan Kapolda Metro Jaya masih berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) atau bintang dua. Dengan meningkatnya pangkat Pangdam Jaya menjadi bintang tiga, maka posisi Kapolda Metro Jaya dinilai layak disesuaikan menjadi Komisaris Jenderal (Komjen).
“Ini penting dalam perspektif harmonisasi dan sinkronisasi hukum ketatanegaraan, agar ada kesetaraan jabatan pada institusi negara yang memiliki wilayah kerja dan beban tugas yang relatif sama,” jelas Juanda.
Ia menegaskan, penyesuaian tersebut tidak hanya berdampak pada posisi Kapolda, tetapi juga akan berimbas pada jabatan di bawahnya. Wakapolda berpotensi naik pangkat, begitu pula para direktur hingga jajaran di tingkat Polres yang perlu dikaji untuk penyesuaian struktur.
Lebih lanjut, Juanda mengingatkan bahwa tanpa adanya penyesuaian, berpotensi muncul dampak psikologis struktural antar pejabat yang dapat mengganggu koordinasi dan efektivitas kerja di lapangan, terutama di wilayah strategis seperti DKI Jakarta.
“Jika tidak disetarakan, bisa memengaruhi pola koordinasi dan hubungan kelembagaan. Padahal, sinergi antar institusi sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyesuaian pangkat merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan sistem pemerintahan, terutama di wilayah dengan tingkat kompleksitas permasalahan yang tinggi.
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Kapolri sebagai pemegang kewenangan dalam menentukan kebijakan organisasi di tubuh Polri.
“Secara kajian hukum ketatanegaraan, ini relevan. Namun implementasinya tentu tergantung pada kebijakan pimpinan Polri,” pungkas Juanda, yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina DPP PERADI Maju.













