Sikap Penolakan Sri Puji Astuti Terhadap Pengesahan RUU Kasehatan

Sri Puji Astuti Komisi IV DPRD Samarinda

SAMARINDA.NUSANTARA NEWS–Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Puji Setyowati menyatakan turut menolak sikap pengesahan Omnibus Law Undang-Undang Kesehatan yang telah dilakukan DPR RI.

Diketahui, Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan itu disahkan dalam Rapat Paripurna ke-29 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masa sidang 2022-2023, Selasa (11/7/2023).

Puji menyebut, pengesahan itu hanya disetujui oleh beberapa fraksi saja, sementara dua fraksi lainya yakni Fraksi Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI menolak atau tidak setuju atas pengesahan RUU tersebut.

Politikus Partai Demokrat ini mengaku, memiliki pandangan yang serupa dengan kedua fraksi tersebut, walaupun memang kewenangannya hanya dapat dilakukan oleh Anggota DPR RI.

Baca Juga  Jokowi Kumpulkan Ketum Parpol, PPP: Menyamakan Langkah Jelang Pemilu 2024

“Pengesahan RUU tersebut menimbulkan gejolak penolakan, terkhusus pada kalangan pekerja kesehatan dan organisasi profesi terkait. Kata pahami, kewenangan itu berada di pusat karena bicara tentang Undang-Undang, tapi kalau kita melihat adanya gejolak penolakan perlu diperhatikan juga,” ungkap Puji, Kamis (13/7/2023).

Salah satu yang menjadi pro dan kontra pengesahan regulasi itu seperti dipangkasnya wewenang organisasi profesi terkait dalam memberikan rekomendasi pada Surat Izin Praktik (SIP).

Baca Juga  Subandi Kepada Abdul khairin : Resmi PAW Agar Dapat Mengemban Amanah dan Cepat Baradaptasi

Puji menegaskan, jika gejolak penolakan tersebut dapat dilakukan oleh organisasi profesi kesehatan di Kaltim, makan dirinya mengaku siap untuk mengakomodir dan seluruh aspirasi yang disampaikan, untuk selanjutnya disampaikan ke DPR RI.

Selain itu, Ia juga menyerukan kepada seluruh tenaga kesehatan di Kaltim khususnya untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di unit kerjanya masing-masing serta tidak patah semangat setelah mendengar adanya pengesahan RUU tersebut.

“Pasti akan kami tampung kalau ada keluhan di Kaltim dan akan kami suarakan. Kami berharap tenaga medis tetap menjalankan fungsinya dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga  Merevisi Perda Larangan dan Penjualan Minuman Beralkohol Harus Dicermati dengan Seksama

(Teodarus)