Seminar Wawasan Kebangsaan Di Unmul Samarinda Pemateri Brigjen TNI Dendi Suryadi

 

SAMARINDA – Komandan Korem (Danrem) 091 Aji Suryanatakesuma ( ASN) Brigadir Jenderal( Brigjen) TNI Dendi Suryadi menjadi pemateri Seminar Kebangsaan di Gedung Rektorat Lantai 4 Universitas Mulawarman Samarinda, Pada Sabtu ( 3/6/2023).

Dihadapan para peserta seminar dari kalangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis( FEB), Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unmul Samarinda , Siswa Polri yang sedang magang, Siswa Sekolah Menengah Kejuruan.       ( SMK) Negeri 3 Samarinda, beserta tamu undangan dari Ikatan Keluarga Alumni ( IKA) Smansa Samarinda dan sejumlah mitra pengusaha swasta.

Danrem Brigjen TNI Dendi Suryadi menyampaikan materi terkait pemahaman Cinta Tanah Air, menurutnya kalau kita berbicara tentang Generasi Z dikaitkan dengan patriotisme.

“Saya kira itu adalah kewajiban kita semua, Patriotisme itu sama dengan paham – paham yang menitik beratkan pada kecintaan tanah airnya masing – masing, kita di dunia ini adalah manusia yang hidup dan dilahirkan sebagai suatu bangsa, kemudian mendiami geografi wilayah tertentu di dunia ini , Orang lain ada yang menyebut tanah air itu Our Home land, Our Faher Land tapi kalau kita orang Indonesia menyebutnya tanah air,” ucapnya.

“Karena nenek moyang kita dulu mungkin sudah menyadari bahwa tanah air itu bukan hanya daratan tapi juga ada perairan, dan negara kita Indonesia dilahirkan sebagai kepulauan terbesar di dunia ini, tidak ada lagi negara yang seperti kita,” terangnya.

Lebih lanjut Jendral bintang Satu ini menjelaskan terkait posisi letak geografis Provinsi Kalimantan Timur yang berbatasan dengan beberapa Negara.

” Didaratan kita berbatasan dengan tiga negara, Malaysia dengan Kalimantan, Papua dengan Papua Nugini, NTB Berbatasan dengan Timor Leste,” jelasnya.

Baca Juga  Agus Hari Kesuma Dikukuhkan: KBPP Polri Kaltim Siap Jaga Keamanan Pilkada 2024

Jadi posisi kita yang merupakan kepulauan terbesar dengan 10 negara perbatasan 3 di daratan dan 7 dilautan.
” Dilautan kita berbatasan dengan Negara Libya, Vietnam, Thailand, Singapore, Palau, kemudian dengan Australia ,sesungguhnya negara- negara tetangga kita ini beberapa diantaranya didunia disebut ” Sleeping Giant” atau raksasa yang sedang tidur dan diharapkan tidur terus. Ini adalah negara yang gemah limpah loh jinawi,”tegasnya.

Ada negara – negara yang menginginkan negara kita Indonesia tidak bisa kompetitif atau bersaing dengan negara lain.

” Karena kalau kita punya daya saing kompetisi yang tinggi, maka mereka tidak dapat bertindak sebagai parasit, tidak punya apa – apa tapi mereka bisa maju” paparnya.

Saya kira perubahan yang dilakukan oleh para generasi ke generasi itu adalah keniscahayaan, kalau seandainya Bung Karno, Bung Hatta, Pak Harto dan kawan- kawan kita yang sudah meninggal itu hidup sekarang ini, pasti beliau – beliau menginginkan kita ini berubah.

” Tapi yang berubah itu apa, yang berubah itu metodenya tapi ada beberapa hal yang bersifat substansi tidak berubah” ucapnya.

Salah satunya yang tidak berubah adalah Utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, semua negara menginginkan wilayahnya itu tidak ada yang berpecah belah, Oleh karena itu agar kita tidak berpecah belah kita kuatkan rasa kebangsaan kita dengan memahami, nilai-nilai dasar wawasan kebangsaan kita. Makna memahami nilai – nilai dasar wawasan kebangsaan kita itu dengan cara mengutamakan kepentingan negara mengalahkan kepentingan pribadi dan golongan, kemudian kita menerima perbedaan dengan adanya Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu kita memiliki alat perekat ideologis yang namanya Pancasila.

Baca Juga  Rapat Paripurna Ke-18 DPRD Prov. Kaltim Hadir Kajasrem 091/ASN

“Pancasila inilah yang membuat kesatuan negara kita dapat bertahan hingga sekarang ini, Pancasila ini menjadi warisan terpenting para founding fathers kita, pikiran- pikiran yang bisa mengatur semua kepentingan berbangsa bernegara Republik Indonesia” jelasnya.

Ancaman Globalisasi ini tidak semua nya menjadi sebuah ancaman, seperti halnya perkembangan teknologi gadget, tidak mungkin saat ini kita hidup tanpa gadget.

“Tapi sebenarnya manfaatkan saja gatget ini, yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya, kalau hari ini kita tidak mengikuti akan terlibas, dan ada satu naluri dasar manusia yang masih berlangsung hingga sekarang yakni manusia memangsa manusia yang lainnya,” tegasnya.

Sekarang ini sebagaimana blueprim yang kuat memangsa yang lemah. Oleh karenanya sebagai upaya mempertahankan kedaulatan negara perlu adanya sistem pertahanan keamanan alam semesta ( Sishankamrata) yang menjadi perhitungan bagi musuh -musuh negara kita, karena mengisyaratkan kemanunggalan antara TNI bersama Rakyat.

“Kita telah mempraktekkan Sishankamrata ini pada era perang di zaman kemerdekaan” ungkapnya.

Usai memaparkan materi seminar kebangsaan, Danrem 091/ ASN Dendi Suryadi kepada media menjelaskan kegiatan ini sangat positif terlebih pada era generasi Z agar dapat memahami terhadap wawasan kebangsaan.

” Diskusi ini bagus ya bertemakan tentang Generasi Z yang dikaitkan dengan patriotisme, patriotisme ini kan semangat cinta tanah air sampai kapan pun apabila bangsa ini ingin eksis semangat cinta tanah air harus terus di gelorakan, karena apa ini bentuk mensyukuri sebagai bangsa yang merdeka” terangnya.

Oleh karena itu forum – forum ilmu seperti ini harus terus di adakan, di galakkan bukan hanya satu arah namun ada dialog, menjadi bahan pikiran bagi generasi muda , berdiskusi ini menurut Danrem buka hanya seni berbicara namun juga mendengarkan.

Baca Juga  Korem 091/ASN Rutin Gelar Donor Darah pada Hut Kodam VI/Mlw ke-65

” Melalui kegiatan ini diharapkan dengan belajar terus menerus, berbagai disiplin ilmu memiliki kepemilikan ilmu yang komprehensif sehingga dengan demikian rasa cinta tanah air bisa terus bergelora dan terpenting apa bila mereka pergi kemanapun sebagai rasa syukur menjadi bangsa Indonesia rasa kecintaan terhadap tanah air itu tidak akan luntur ” harapnya.

Pada kegiatan Seminar Kebangsaan bertemakan ” GenZi dan Patriotisme” Terdapat sejumlah Nara sumber Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof .Dr. H.Moh. Bahzar, M.Si ,Pemateri Danrem 091ASN Brigjen TNI Dendi Suryadi, SH,.MH, Pemateri Alumni T.O.T Lemhanas Syahroni Al-Khadzir, S.Pd, Moderator Rizka Firda Aulia.

Dosen pengampu mata kuliah pendidikan kewarganegaraan Hairunnisa Husain menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan seminar wawasan kebangsaan ini merupakan Ujian Akhir Semester ( UAS) 2 bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi referensi cukup mendalam terhadap generasi Z karena ini anak angkatan tahun 2022, jadi sedini mungkin berusaha menumbuh kembangkan rasa patriotisme yang hampir pudar karena mereka diterpa oleh teknologi komunikasi yang kadang- kadang mereka salah menggunakannya ” pungkasnya. (Nng/bud)